Bupati Berau Sri Juniarsih mengatakan satu desa tertinggal masih menjadi Pekerjaan Rumah (PR) bagi Pemkab Berau. “Ini yang masih menjadi PR. Satu kampung dengan status tertinggal yakni Kampung Mapulu di Kecamatan Kelay. Pokoknya harus naik statusnya,” tegas Sri.
Saat ini ada 11 kampung yang naik status, diantaranya Sukan Tengah, Sei Bebanir Bangun, Labanan Jaya, Tanjung Batu, Talisayan, Gurimbang, Pegat Bukur dan Batu Putih.
Kemudian tiga kampung yang baru naik status adalah Pulau Derawan, Tembusan, serta Labanan Makmur. “Kami patut bersyukur dengan naiknya tiga kampung tersebut,” sebut Sri lagi.
Sri Juniarsih juga mengaku menyambut baik atas perkembangan ini. Menurutnya, ini merupakan kemajuan yang harus dipertahankan dan ditingkatkan terus. Sehingga target dalam mewujudkan kemandirian kampung dapat tercapai. “Sasaran akhir kita, agar kesejahteraan masyarakat ini bisa tercapai. Kami berharap status ini bisa semakin meningkat dan berdampak nyata di kampung, tidak hanya di atas kertas saja,” tuturnya.
Sementara Kepala DPMK Kabupaten Berau Ilyas Natsir menjelaskan, kenaikan status kampung dipengaruhi tiga indikator IDM, yakni indeks keamanan ekonomi, indeks jaminan sosial, dan indeks lingkungan.
“Jika dapat memenuhi nilai dari tiga indikator itu, maka kampung akan dengan mudah naik status,” sebut Ilyas.
Meski begitu, kenaikan status kampung belum melonjak secara signifikan. Ilyas menjelaskan, dari pihak kampung perlu memperhatikan aspek ekonomi, sosial, maupun lingkungan sesuai dengan indeks kampung. Kenaikan status kampung ini juga diakui Ilyas, sebagai pendorong ekonomi kampung tersebut.
“Dengan kemajuan ini, status Berau di Kaltim menjadi daerah maju. Hanya ada dua di Kaltim dengan status kabupaten maju yaitu Berau dan Penajam Pasir Utara,” tutup Ilyas. (tr221)
Editor: Aspian Nur
* Berita ini telah terbit di SKH Koran Kaltim Edisi Kamis, 07 Juli 2021