“Sudah turun, airnya sudah surut. Sebagian jalan kampung juga sudah mulai terlihat dan tidak lagi terendam air. Walaupun ada beberapa di antaranya yang masih tergenang air,” kata Lukman, warga.
Kepala Adat Kampung Muara Beloan, Hermadi saat dihubungi terpisah pada hari yang sama juga mengakuinya. Akses jalan di dalam kampung saat ini sudah bisa dilintasi kendaraan tetapi untuk akses menuju ibu kota kabupaten melalui jalur darat masih terendam air.
“Ketinggian airnya masih sekitar 50-65 sentimeter. Mudah-mudahan air bisa terus turun dan hujan deras tidak lagi terjadi karena sewaktu-waktu air sungai bisa meluap kembali pada saat hujan deras,” ujar Hermadi.
Sementara kampung yang dihuni oleh 217 kepala keluarga dan 812 jiwa ini juga diketahui telah mendapatkan bantuan sembako untuk bisa meringankan beban saat banjir hampir merendam semua rumah warga beberapa hari lalu, berasal dari perusahaan tambang yang juga beroperasi di sekitar wilayah tersebut.
“Ada dapat bantuan dari perusahaan sini. Kami mengucapkan banyak terima kasih atas kepedulian dari pihak perusahaan. Semoga ini juga bisa menjadi contoh bagi perusahaan lainnya yang beroperasi di Kubar kepada para korban bencana seperti kami ini,” kata Hermadi lagi.
Penulis: */M Yasin Handayan
Editor: Aspian Nur