“Beberapa kampung telah melakukan permintaan. Itu akan kami suplai berdasarkan permintaan mereka jika pun mencukupi. Namun jika tidak, itu akan kami bagi secara merata,” katanya, Jumat (28/5) kemarin.
Ia menuturkan, sisa cadangan pangan daerah dari tahun 2020 yaitu berkisar 50.305 kilogram beras. Dari sisa cadangan pangan di tahun 2020 tersebut, pada awal tahun 2021, terjadi penambahan cadangan pangan sebanyak 10.000 kilogram dari dinas terkait di tingkat provinsi dengan total keseluruhan 60.305 kilogram.
Ia menjelaskan, sisa cadangan tersebut beberapa telah didistribusikan untuk masyarakat berdampak Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan beberapa sisanya direncanakan akan didistribusikan untuk masyarakat yang berdampak banjir yang terjadi di beberapa kampung yang ada.
“Adapun yang telah kami salurkan untuk program penanganan Covid-19 pada 20 Mei lalu yaitu sebanyak 17.040 kilogram dengan total 3.408 jiwa di Kelurahan Gunung Panjang Kecamatan Tanjung Redeb, dan Kelurahan Gunung Tabur Kecamatan Gunung Tabur,” terangnya.
Namun berdasarkan sisa cadangan pangan yang ada saat ini yang hanya berkisar 45 ton lebih, diakuinya tidaklah cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di beberapa kampung yang berdampak banjir saat ini. “Makanya kami akan bagi secara merata. Karena kalau kampung secara bersamaan meminta bantuan dengan jumlah bervariatif, itu kami pastikan jumlahnya tidak cukup,” sambungnya.
Selain itu turut diakuinya, stok pangan saat ini kondisinya kian menipis dan masih sangat membutuhkan support tambahan beras untuk cadangan pangan. Apalagi menurutnya, pandemi Covid 19 belum melandai dan masih terus berlanjut.
“Karena belum ada tanda-tanda kapan berakhir ini,” tuturnya.
Adapun rencana terkait penambahan cadangan pangan yang ada di Tahun 2021 ini, pihaknya telah berkoordinasi dengan Bupati Berau Sri Juniarsih terkait kondisi yang menipis.
“Kami telah meminta kepada Bupati untuk bagaimana mengupayakan agar penambahan cadangan pangan dapat dilakukan, mengingat Covid-19 belum ada tanda-tanda kapan berakhir. Kemudian banjir juga kerap terjadi setiap tahun. Belum lagi kalau ada musibah lain seperti kebakaran maupun gagal panen,” paparnya.[]
Penulis :*/Tri Romadhoni
Editor : Redaksi Koran Kaltim