“Biasanya banjir tidak pernah tinggi, tapi tahun ini terjadi tinggi sekali,” papar Nus.
Ia melanjutkan, kegagalan panen tahun ini, membuat kerugian ditaksir mencapai Rp70 juta. Selain kebun jagung, kebun jeruk miliknya juga mengalami kerusakan berat.
“Kalau jeruk itu kurang lebih Rp25 juta saja,” ungkapnya.
Sementara itu, Agus (44) mengungkapkan hal yang sama, kebun semangka miliknya gagal panen, padahal semangka miliknya tinggal sepekan lagi akan panen.
“Iya nyaris panen, tapi gagal,” ucapnya.
Ia menambahkan, modal untuk benih semangka tersebut ia dapatkan dari pinjaman kepada tetangganya, namun karena terkena banjir, akhirnya ia meminta waktu kepada tetangga tersebut untuk mengembalikan pinjaman.
“Minta tambah waktu, untung saja tetangga saya paham,” tutur Agus.
Terpisah, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Berau, Mustakim menjelaskan, banjir tahunan ini sudah beberapa kali mengakibatkan lahan pertanian di Tumbit Melayu gagal panen. Luas lahan pertanian di Tumbit Melayu itu sebesar 160 hektare.
“Tapi tidak semua lahan pertanian tergenang, namun ya tidak sedikit juga yang tergenang,” ungkapnya.
Ia melanjutkan, untuk penanganan pasca banjir, pihaknya sudah mengantisipasi banjir tahunan ini. Mustakim menegaskan untuk Distanak tidak fokus pada pemberian sembako, melainkan penggantian bibit yang sudah ditanam. Meskipun per satu hektare belum bisa diketahui berapa pemberiannya, akan dilakukan pendataan kembali. Sedangkan untuk bibit baru, pihaknya belum memasuki masa lelang.
“Nanti sistem pemberian bantuan bibit ini kami ambil dari realokasi stok per kecamatan yang masih ada, misalkan di Gunung Tabur ada sisa, kami alihkan ke Tumbit Melayu,” ungkapnya.
Mustakim menjelaskan, daerah Tumbit Melayu tidak berpotensi besar untuk wilayah pertanian. Sebab itu, produksi tahunan di 2021, besar kemungkinan tidak berpengaruh begitu signifikan. Lanjutnya, masa tanam akan kembali lagi di bulan Oktober, sebelum itu dia harap pihaknya sudah bisa mendistribusikan bantuan pasca bencana.
“Kalau pertanian khususnya padi, tidak terlalu berpengaruh pada banjir ini,” pungkasnya.[]
Penulis : */Tri Romadhoni
Editor : Rusdi