Kepala Kampung Pegat Bukur, Suhariyadi Kusuma menjelaskan, amblesnya jalan poros terjadi Minggu (14/3/2021) siang lalu sekitar pukul 13.00 WITA. pihaknya sudah meminta bantuan pihak ketiga untuk melakukan perbaikan secepatnya agar kerusakan tidak semakin meluas.
“Dugaan amblesnya karena curah hujan tinggi jadi tanah tergerus air yang membuat pinggiran jalan longsor,” kata Suhariyadi.
Kalau dibiarkan, kemungkinan jalan yang ambles akan semakin parah dan memutus akses menuju dan dari tiga kampung di lokasi tersebut.
Saat ini, perusahaan batu bara, PT Rantaupanjang Utama Bhakti (RUB), melakukan perbaikan jalan yang ambles sepanjang 30 meter itu. “Itu satu-satunya akses jalur darat menuju ke tiga kampung yang ada di sini,” jelasnya lagi.
Pekerjaan peningkatan jalan itu selesai dikerjakan Agustus 2019 lalu, menelan anggaran Rp23,2 miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) reguler. Sebelumnya jalan tersebut telah diperbaiki yakni pada Januari 2020 lalu. Namun pergeseran tanah sudah dua kali terjadi yang membuat ambles di pinggiran dan terjadi retakan di badan jalan yang harus diperbaiki kembali.
“Kami akan usulkan ini di Musrenbang (Musyawarah Rencana Pembangunan) yang sebentar lagi akan dilaksanakan,” ujar Suhariyadi.
Sementara itu, Supervisor Safety PT RUB, Eko Agus Sucepto menuturkan, perbaikan memang berdasarkan permintaan dari Kepala Kampung Pegat Bukur. Kemudian tim dari PT RUB melakukan pengecekan ke lapangan dan memang kondisinya mengkhawatirkan. “Karena kami menilai kondisinya memang mengkhawatirkan, sehingga perbaikan disetujui oleh manajemen untuk membantu alat berat bekerja di sana ,” kata Eko.
Penambalan dilakukan bersifat sementara sembari menunggu perbaikan dari Pemkab Berau secara permanen. “Penambahan material dan selanjutnya dirapikan menggunakan ekskavator,” ujar Eko.
Penulis: */Tri Romadhoni
Editor: Aspian Nur