“Itu baru dari sektor pertambangan. Belum lagi yang dari jasa perhotelan dan resor yang ada di sejumlah destinasi wisata yang sampai saat ini belum kita terima secara resmi berapa jumlah tenaga kerja yang dirumahkan,” ujar Junaidi Kamis (27/8/2020) kemarin. “Penyebabnya kalau di perusahaan tambang yaitu lesunya nilai jual batu bara. Sedangkan untuk perhotelan karena menurunnya angka wisatawan,” sambungnya.
Disnakertrans Berau sendiri berharap agar pihak perusahaan bisa melakukan sosialisasi jauh hari sebelum merumahkan karyawannya.
Kepala Bidang Hubungan Industrial Disnakertrans Berau, Juli Mahendra menambahkan, ada beberapa penyebab utama meningkatnya angka pengangguran. Antara lain tutupnya perusahaan, Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), kontrak kerja yang tidak diperpanjang, serta karyawan yang dirumahkan.
“Dari PT Saptaindra Sejati, jumlah karyawan yang dirumahkan sebanyak 1.105 karena perusahaan tutup, PT DNX sebanyak 51 orang kena PHK, PT Majau Inti Jaya tujuh orang diputus kontraknya, PT BKPN ada 60 orang, PT PPA enam orang, dan PT Jasin Efrin Jaya ada dua orang karyawannya dirumahkan. Sedangkan yang lainnya seperti PT Walesta empat orang, PT Buma Lati 55 orang, dan PT Buma Binungan 44 orang itu semuanya PHK,” paparnya.
“Itu baru Januari hingga Juli 2020, dan bisa dipastikan Agustus hingga Desember 2020 mendatang jumlah pengangguran bertambah lagi karena ada beberapa perusahaan akan habis masa kontraknya dan tutup,” lanjut Juli. (*)
Penulis: */Indra Firmansyah
Editor: Aspian Nur
Berita ini sudah tayang di koran kaltim hari Kamis 27 Agustus 2020 dengan judul Pandemi, Ribuan Pengangguran Bertambah