Hadir Ketua Pengurus Pusat (PP) APRI, Madari, Staf Ahli Bidang III SDA, Perekonomian, Daerah, dan Kesra Setprov Kaltim, Arief Murdiyanto, Kepala Bidang Binmas Kanwil Kemenag Kaltim, Maslekhan, Asisten II Setkot Balikpapan, Andi Muhammad Yusri Ramli, Anggota DPRD Balikpapan, Iwan Wahyudi, dan Kepala Kemenag Balikpapan, Masrivani, serta lainnya
Ketua PW APRI Kaltim, Hairillah menegaskan Muswil ini menjadi forum tertinggi untuk mengevaluasi kepengurusan sebelumnya dan memilih ketua baru.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi APRI dengan Pemprov Kaltim. "APRI bukan hanya mengurusi pencatatan nikah, tapi juga mendampingi keluarga, mencegah pernikahan dini, hingga terlibat dalam program pemerintah seperti penanganan stunting dan pembinaan remaja. Kami siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah," ucap Hairillah.
Ketua PP APRI, Madari menjelaskan bahwa keberadaan APRI merupakan amanat regulasi, yakni PP Nomor 11 Tahun 2017 yang diperbarui dengan PP Nomor 17 Tahun 2020, serta PMA Nomor 7 Tahun 2020.
Regulasi tersebut mengharuskan pejabat fungsional memiliki organisasi profesi. "APRI dibentuk bukan untuk kepentingan kekuasaan, tapi perintah negara. Kami mengawal integritas penghulu agar layanan keagamaan benar-benar berdampak. Penghulu tidak hanya pelayan publik, tapi juga figur agama di tengah masyarakat," jelasnya.
Kata dia, penghulu kerap berperan ganda di masyarakat, tidak hanya menikahkan, tapi juga menjadi rujukan dalam kegiatan keagamaan, pendampingan keluarga, bahkan urusan wakaf.
Ia menekankan agar penghulu tetap menjaga keikhlasan dalam pelayanan meski berada di daerah terpencil. "Pelayanan penghulu itu menyeluruh, mulai dari edukasi remaja, pencegahan pernikahan dini, pendampingan keluarga, hingga pengukuran tanah wakaf. Semua ini bagian dari pengabdian," tambahnya.
Kepala Bidang Binmas Kanwil Kemenag Kaltim, Maslekhan menyebut Muswil ini sebagai momentum penting memperkuat profesionalisme penghulu. "Penghulu bukan hanya pencatat nikah, tetapi penjaga martabat keluarga umat. APRI diharapkan menjadi mitra strategis Kementerian Agama dan melahirkan inovasi layanan keagamaan," ujar Maslekhan mewakili Kepala Kanwil Kaltim, Abdul Khaliq.
Staf Ahli Bidang III SDA, Perekonomian, Daerah, dan Kesra Setprov Kaltim, Arief Murdiyanto, menyambut baik terselenggaranya Muswil ini. Ia menilai kehadiran APRI sangat penting dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya di bidang pelayanan keagamaan dan ketahanan keluarga.
"Muswil perdana ini adalah tonggak penting bagi APRI Kaltim. Pemerintah daerah tentu membutuhkan sinergi dengan para penghulu, karena peran mereka tidak hanya menikahkan, tapi juga menjaga ketahanan keluarga dan moralitas masyarakat," kata Arief mewakili Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji.
Pemprov Kaltim membuka ruang seluas-luasnya untuk berkolaborasi dengan APRI, baik dalam edukasi remaja, pencegahan pernikahan dini, maupun program sosial keagamaan lainnya. "Penghulu adalah garda depan dalam pembinaan keluarga. Karena itu, melalui Muswil ini saya berharap akan lahir program kerja nyata yang bisa mendukung pembangunan sumber daya manusia Kaltim," tuturnya.
Asisten II Setkot Balikpapan, Andi Muhammad Yusri Ramli menyampaikan apresiasi Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan atas terselenggaranya Muswil.
"Penghulu memiliki peran strategis menjaga ketahanan keluarga. Melalui Muswil ini saya meyakini akan lahir program inovatif untuk memperkuat APRI sebagai organisasi profesi yang bermartabat, profesional, dan berintegritas," kata Yusri.
Melalui Muswil ke-1 ini, APRI Kaltim berharap dapat merumuskan program kerja nyata, memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan penghulu kepada masyarakat. (*)