"Untuk pos pam ada 58 lokasi, kemudian pos yan 15 lokasi dan pos terpadu terdapat sebanyak 13 lokasi," kata Endar melansir dari Antaranewskaltim.com Jumat (21/3/2025) hari ini.
Kalau dirinci masing-masing daerah, Samarinda ada sebanyak 8 posko, diantaranya 5 pos pam, 1 pos yan dan 2 pos terpadu. "Kemudian di Balikpapan 19 posko, yakni pos pam 16, pos yan 0, dan pos terpadu sebanyak 3," sebutnya.
Berikutnya di Berau ada 7 posko, 4 pos pam, 2 pos yan, 1 pos terpadu; Kutai Kartanegara (Kukar) 5 posko, masing-masing 3 pos pam, 1 pos yan dan 1 pos terpadu.
Di Bontang ada 5 posko, 2 pos pam, 2 pos yan, dan1 pos terpadu; Kabupaten Paser 4 posko, 2 pos pam, 1 pos yan, 1 pos terpadu; Kutai Timur (Kutim) 8 posko, 3 pos pam, 4 pos yan, 1 pos terpadu.
Di Kutai Barat (Kubar) terdapat 12 posko, 9 pos pam, 2 pos yan, dan 1 pos terpadu, Penajam Paser Utara (PPU) 11 posko, 9 pos pam, 1 pos yan 1 pos terpadu serta di Mahakam Ulu terdapat 7 posko, 5 pos pam, 1 pos yan, dan 1 pos terpadu.
Posko-posko itu diisi oleh 3.762 personel gabungan baik dari institusi kepolisian maupun TNi serta pemangku kepentingan lainnya.
"Target sasaran kami adalah tempat transit seperti pelabuhan, bandara, tempat ibadah, serta rumah masyarakat yang mudik, itu tanggung jawab kami di operasi Ketupat Mahakam 2025," tutup Endar.
Editor: Aspian Nur