Kepala Stasiun Geofisika BMKG Balikpapan, Rasmid, menjelaskan gempa ini berpusat di darat, tepatnya pada koordinat 2,47° LU dan 116,85° BT, sekitar 50 km barat daya Bulungan dengan kedalaman 51 km.
“Gempa ini merupakan gempa dangkal yang disebabkan oleh aktivitas sesar aktif di wilayah Kabupaten Bulungan,” kata Rasmid melalui pesan WhatsApp, Rabu (21/8/2024).
Berdasarkan laporan yang diterima, gempa dirasakan di beberapa wilayah, termasuk Tanjung Selor dengan intensitas III MMI, yang mana getaran dirasakan nyata di dalam rumah seakan-akan ada truk berlalu.
Selain itu, getaran juga terasa hingga ke Kabupaten Berau dan Tana Tidung dengan intensitas II-III MMI, serta di Tarakan dengan intensitas II MMI.
“Hingga saat ini belum ada laporan kerusakan rumah akibat gempa ini, hanya saja sebagian warga merasakan jendela yang berderik juga tembok dan benda-benda ringan yang tergantung," ungkapnya.
Rasmid mengungkapkan bahwa, gempa yang terjadi tersebut merupakan gempa yang berasal dari sesar Mangkalihat. Akibat adanya gesekan yang membuat lempeng-lempeng bergerak. "Strike-slip system dari Mangkalihat," ujarnya.
Masyarakat lanjut Rasmid pun diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Rasmid juga mengingatkan warga untuk menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa, serta memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali masuk ke dalam rumah untuk memastikan keamanan.
"Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi," pungkasnya.
Editor: Supiansyah