Mengamuknya sapi hewan kurban itu berawal saat seorang warga menggiring sapi ke lokasi penyembelihan, tiba-tiba sapi tersebut melawan dengan menyepakkan kakinya dan menundukan kepala tanda bersiap melawan.
Warga yang panik lalu melepaskan tali ikatan di kepala sapi yang terus berontak, membuat sapi dalam kondisi liar tanpa ikatan.
Sudah pun dicoba memasangkan tali ke kepalanya namun tak berhasil karena sapi terus bergerak liar bahkan semakin beringas. Sapi selanjutnya berlari ke jalan raya di kawasan Jalan Siaga, di mana jalan tersebut ramai dengan para pengendara motor.
Panitia kurban lalu menutup akses jalan agar pengguna jalan terhindar dari terjangan sapi. “Sapinya makin liar mungkin ketakutan banyak orang. Awalnya di dalam gang tapi lari ke jalan raya. Kami tutup jalan sementara, biar enggak buat celaka orang,” ungkap Asep, warga setempat.
Warga kemudian menggiring sapi tersebut untuk kembali ke dalam gang, dengan cara memancing menggunakan sapi lainnya agar mengikuti dan berhasil.
Sapi masuk ke dalam gang lalu ditenangkan seorang warga sambil diberi makan dedaunan.
Usai sapi tenang, perlahan tali dikaitkan ke leher dan berhasil diikat. “Alhamdulillah, bisa didapat lagi sebelum mencelakai orang. Ini saja sudah ada dua orang panitia yang kena seruduk tapi cuma memar-memar saja,” ucap Joni, Koordinator Panitia Kurban RT 18 Kelurahan Damai, Kecamatan Balikpapan Kota.
Penulis: */Yudi Hadi
Editor: Aspian Nur