Namun tim tidak serta merta bisa meninggalkan asrama haji karena masih ada 3 tahap kegiatan yang menjadi tanggung jawab sebelum pengosongan. Diantaranya sterilisasi dengan desinfektan, pembersihan semua pendingin udara atau AC (Air Conditioner) hingga penyedotan tinja pada septic tank.
“Sterilisasi embarkasi haji tidak langsung hari ini (kemarin). Yang pindah hanya petugas medis, relawan PMI dan tenaga keamanan dari Satpol PP,” terangnya dan total jumlah pasien Covid-19 yang dirawat di asrama haji sebanyak 1.326 orang.
Sedangkan dipilihnya Hotel Grand Tiga Mustika sebagai rumah isolasi pasien Covid-19 karena lokasinya yang dekat dengan Rumah Sakit TNI AD dr. Hardjanto, Rumah Sakit Pertamina dan RSUD Beriman. “Lokasinya baik, rumah sakit rujukan dekat,” sebutnya.
Nantinya pasien yang dirawat di Hotel Grand Tiga Mustika tetap mendapat konsumsi 3 kali sehari termasuk obat dan vitamin. “Gizi kami atur,” ucapnya.
Selain itu, karyawan atau pelayan hotel turut diberi pelatihan membersihkan dan mensterilkan kamar, membuang limbah medis dan cara memakai dan melepas Alat Pelindung Diri (APD) termasuk hazmat. “Semua karyawan hotel kami test antigen, diberi vaksin dan APD. Mereka kami training,” jelasnya.
Sementara itu, Komisaris Utama Hotel Grand Tiga Mustika Liliana Widya menjelaskan pihaknya mempersiapkan 56 kamar sesuai permintaan Satgas Penanganan Covid-19 Kota Balikpapan.
“Kamar di lantai 4 dan 5 disebut Zona Merah untuk pasien. Lantai 3 dan 1 masih Zona Hijau,” kata Liliana.
Manajemen juga tidak menerima tamu reguler untuk menginap maupun penggunaan ballroom guna pertemuan dan lainnya. “Kami punya 126 dan yang dipakai 56 kamar. Sisany dikosongkan,” tandasnya.[]
Penulis : */Hendra
Editor : Redaksi Koran Kaltim