Ajang yang digelar Kementerian Pariwisata RI tersebut diikuti sekitar 180 destinasi wisata dari 38 provinsi di seluruh Indonesia.
Kepala Bidang Pengembangan Pariwisata Disporapar Samarinda, Diana Pida Juliadi, mengatakan Bukit Steling berhasil lolos nominasi setelah melalui persaingan yang cukup ketat dengan berbagai destinasi wisata lainnya.
“Ini tentu membanggakan bagi Samarinda,” tuturnya pada Korankaltim.com, Kamis (7/5/2026).
Diana mengajak masyarakat luas untuk turut memberikan dukungan agar Bukit Steling mampu meraih posisi puncak. Partisipasi dapat dilakukan melalui interaksi di media sosial, tepatnya pada akun Instagram @indovoters dan @ayojalanjalanindonesia.
“Kami berharap bisa meraih juara pertama. Dukungan masyarakat sangat penting, cukup dengan memberikan tanda suka (like) di Instagram,” imbuhnya.
Kemajuan signifikan kawasan ini disebut tidak lepas dari pendampingan intensif Disporapar Samarinda terhadap kelompok pengelola wisata lokal.
Upaya tersebut melibatkan tenaga ahli guna memperkuat konsep tata kelola destinasi. Selain menjadi magnet pelesiran baru, objek wisata ini mulai berkontribusi pada pendapatan daerah melalui sektor pajak seiring lonjakan pengunjung, baik pada hari kerja maupun akhir pekan.
“Hari biasa saja ramai, apalagi akhir pekan. Bahkan ada yang sampai menginap di sana,” tambahnya.
Sementara itu, Pejabat Fungsional Pengembangan Pariwisata Disporapar Samarinda, Iwan Amrullah menilai keberhasilan menembus level nasional dipicu oleh kekuatan promosi digital serta keterlibatan dalam platform Jaringan Desa Wisata (Jadesta).
Menurut dia, visual lanskap Bukit Steling yang unik memberikan daya tarik tersendiri di tengah kompetisi yang ketat.
Iwan menekankan, kunci keberhasilan terletak pada kemauan dan kekompakan masyarakat dalam mengelola potensi lokal secara mandiri dengan dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak.
Kendati demikian, ia berharap prestasi ini menjadi pemicu bagi pengembangan titik wisata lain di Samarinda.
“Jadi untuk memulai sesuatu di pariwisata, kita memang harus memiliki strategi, formula, atau cara tertentu,” pungkasnya.
Editor: Erwin