Namun seorang pramugari mengungkapkan satu langkah sederhana namun penting yang harus dilakukan penumpang jika terjadi penundaan atau pembatalan pesawat tersebut.
Membawa makanan sendiri adalah hal sederhana yang bisa dilakukan penumpang bahkan makanan itu bisa lebih baik daripada apa yang disajikan oleh maskapai penerbangan.
Dengan pengalaman 12 tahun sebagai pramugari, Justin Barnes berbagi pengetahuan lewat media sosial Facebook tentang mengapa makanan di pesawat begitu buruk dan bagaimana menghindari kekecewaan.
"Maskapai penerbangan harus memasok ribuan makanan selama satu pekan. Makanan untuk kelas ekonomi umumnya dibuat di pabrik-pabrik besar di Eropa, menghasilkan jutaan makanan setahun dengan harga semurah mungkin, dibekukan dan kemudian dikirim ke mana-mana,” ungkap Justin.
“Sementara makanan yang lebih premium dibuat di dapur bandara dan didinginkan sehingga sedikit lebih segar. Jadi ada perbedaan antara makanan kelas ekonomi dan kelas bisnis,” paparnya.
"Karena itu saran saya, kemas sendiri banyak makanan ringan, minuman, permen dan buah dan apa pun yang disuka, masukan dalam tas sehingga saat pesawat mengalami delay penumpang tidak terlalu kecewa," papar Justin lagi.
Beberapa penumpang EasyJet di Eropa sudah diminta untuk membawa makanan sendiri ke dalam kabin pesawat saat penerbangan musim panas karena layanan yang terbatas.
Sebelumnya, Allie Malis, perwakilan pemerintah untuk pramugari, sudah menjelaskan kesalahan besar yang dilakukan sebagian besar pelanggan maskapai, yang hanya memperburuk situasi bagi penumpang dan awak kabin.
Allie mendesak semua orang yang bepergian dengan pesawat untuk mengemas makanan ringan dan minuman, kalau menunggu untuk waktu yang lama. Dalam sebuah artikel Allie mengatakan penumpang harus tiba di bandara dan siap untuk mengisi bahan bakar sendiri jika ada penundaan.
Itu berarti mengemas makanan ringan pilihan dan botol air isi ulang yang dapat diisi dibeberapa titik setelah melewati keamanan bisa dilakukan. "Jika penerbangan mengalami delay untuk waktu yang lama atau jika penumpang berada dalam antrean panjang, seharusnya diberi makan,” kata Allie.
"Ditambah lagi, beberapa maskapai penerbangan masih belum menjalankan layanan makanan pra-Covid di dalam pesawat dan kemungkinan ada gangguan pada layanan tersebut," ucapnya.
Saat pesawat berhasil lepas landas tepat waktu, minuman dan makanan ringan juga masih berguna.
"Kalau cuaca buruk, jika benar-benar bergelombang, tidak ada jaminan kami akan dapat melakukan layanan minuman dengan aman," ujar Allie.
Editor: Aspian Nur