"Kabin dibersihkan sebelum penerbangan berlangsung, tetapi hal itu tidak bisa dilakukan maksimal kalau pihak pesawat yang membersihkan kabin hanya punya waktu 15 atau 20 menit," kata Patrick Smith, seorang pilot asal Inggris dilansir dari laman Travel + Leisure Kamis (28/4/2022) hari ini.
Frekuensi pesawat yang menerima layanan pembersihan menyeluruh berbeda di setiap maskapai, tetapi umumnya sekitar empat hingga enam pecan sekali.
Di luar waktu tersebut, permukaan yang sering disentuh seperti layar sandaran kursi, kantong penyimpanan atau sandaran tangan kursi akan dibersihkan, tetapi untuk bagian lantai dan tumpahan apa pun mungkin tidak sepenuhnya dibersihkan dari bakteri hingga pembersihan menyeluruh dilakukan.
"Mereka yang memutuskan untuk bertelanjang kaki mungkin terkena bakteri dan virus yang dapat berdampak negatif bagi kesehatan mereka," kata David Krause, pemilik SyQuest USA, yang memproduksi produk pembersih yang digunakan pada maskapai penerbangan, kepada publikasi tersebut. "Karena itu kekhawatiran terkena infeksi jamur juga selalu ada," imbuhnya.
David menjelaskan pandemi telah membawa banyak perbaikan pada kebersihan dalam penerbangan. "Lebih banyak desinfektan sekarang digunakan di lantai dan proses pembersihan sedikit lebih rinci dalam upaya untuk memastikan tidak ada jejak virus yang tertinggal yang berpotensi menginfeksi awak atau penumpang," ujarnya.
Selain ancaman bakteri, ancaman lain juga ada bagi mereka yang biasa melepas alas kaki terutama saat terjadi keadaan darurat.
Mantan pramugari Tony Kuna mengatakan hal itu . “Selain membuat bau seluruh kabin, alas kaki sangat penting selama keadaan darurat pesawat, meskipun itu bukan bagian dari informasi keselamatan penerbangan,” ujarnya.
"Selama keadaan darurat, segala macam barang akan menghalangi jalan menuju pintu keluar, serta di luar pesawat. Kalau kaki tidak tertutup dengan benar, penumpang akan mengalami kesulitan menyelamatkan diri. Bayangkan saja, bisa ada pecahan kaca, api dan logam di lorong pesawat saat terjadi keadaan darurat,” paparnya.
Editor: Aspian Nur