Witgar Wiegele, seorang petani organik dan pembuat roti yang telah memelihara Veronika sebagai hewan peliharaan selama lebih dari sepuluh tahun, mengatakan Veronika mulai bermain dengan tongkat kayu menggunakan mulutnya sebelum mulai menggaruk dirinya sendiri.
"Saya terkesan dengan kecerdasannya yang luar biasa dan berpikir betapa banyak yang bisa kita pelajari dari hewan: kesabaran, ketenangan, kepuasan, dan kelembutan," kata Witgar melansir dari laman dailymail.co.uk Jumat (23/1/2026) hari ini.
Sebuah artikel yang diterbitkan pada 19 Januari di jurnal Current Biology menggambarkan apa yang dikatakan para ilmuwan sebagai kasus pertama penggunaan alat oleh seekor sapi peliharaan, menyebut sapi mungkin memiliki kemampuan kognitif yang lebih tinggi daripada yang sebelumnya diperkirakan.
"Temuan ini menyoroti bagaimana asumsi tentang kecerdasan ternak mungkin mencerminkan kekurangan dalam pengamatan daripada batasan kognitif yang sebenarnya," sebutnya.
"Ini adalah contoh yang signifikan tentang penggunaan alat pada spesies yang jarang dipertimbangkan dari perspektif kognitif," jelasnya lagi.
Dr Auersperg dan rekan kerjanya Antonio Osuna-Mascaró, peneliti pasca-doktoral, berangkat untuk mengamati Veronika dan melakukan tes kepada Veronika.
Dalam serangkaian uji coba terkontrol, mereka meletakkan sikat lantai di tanah dengan orientasi acak dan mencatat ujung mana yang dipilih Veronika serta bagian tubuh mana yang menjadi targetnya. Selama sesi berulang, pilihannya konsisten dan sesuai dengan bagian tubuh yang dia garuk.
"Kami menunjukkan seekor sapi dapat melakukan penggunaan alat yang benar-benar fleksibel," kata Osuna-Mascaró.
"Veronika tidak hanya menggunakan objek untuk menggaruk dirinya sendiri. Dia menggunakan bagian yang berbeda dari alat yang sama untuk tujuan yang berbeda, dan dia menerapkan teknik yang berbeda tergantung pada fungsi alat dan bagian tubuh yang digaruk," jelasnya.
Penggunaan alat didefinisikan sebagai manipulasi objek eksternal untuk mencapai tujuan melalui cara mekanis. Para peneliti menyatakan bahwa tindakan Veronika memenuhi definisi ini dan bahkan melampauinya.
Mereka menggambarkan perilakunya sebagai penggunaan alat yang fleksibel dan serbaguna, artinya fitur-fitur berbeda dari objek yang sama digunakan untuk mencapai hasil yang berbeda.
Di luar manusia, perilaku semacam ini tercatat pada relatif sedikit spesies hewan, dengan primata besar seperti simpanse sebagai yang paling canggih.
"Karena dia menggunakan alat pada tubuhnya sendiri, ini mewakili bentuk penggunaan alat yang egosentris, yang umumnya dianggap kurang kompleks dibandingkan penggunaan alat yang ditujukan pada objek eksternal," kata Osuna-Mascaró.
Para peneliti menyarankan bahwa kondisi hidup Veronika yang tidak biasa mungkin telah memainkan peran kunci. Kebanyakan sapi tidak hidup se lama itu, tidak mengalami lingkungan terbuka dan kompleks, dan jarang dapat berinteraksi dengan berbagai objek.
Tim ini tertarik untuk mendengarkan pengalaman petani lain untuk mengetahui seberapa luas perilaku semacam ini terjadi.
"Karena kami menduga kemampuan ini mungkin lebih luas daripada yang tercatat saat ini. Kami mengundang pembaca yang telah mengamati sapi atau banteng menggunakan tongkat atau objek genggam lainnya untuk tindakan yang bertujuan untuk menghubungi kami," paparnya.
Editor: Aspian Nur