Satu dari beberapa jenis penipuan teks yang paling umum dan sangat efektif dalam data Google disebut “bait and wait”. Biasanya, penipuan ini dimulai dengan pertanyaan sederhana seperti “Apakah kamu ingat aku?”, yang mungkin terdengar tidak mencurigakan tetapi sangat penting agar pengguna ponsel tidak terjebak dalam penipuan ini.
“Setiap penipuan dimulai dengan kontak yang tidak terduga,” jelas Google melansir dari laman thesun.co.uk Selasa (25/11/2025) hari ini.
“Ini adalah pendekatan yang lambat, terencana dan dilakukan oleh manusia, yang bergantung pada pembentukan hubungan palsu dengan satu orang secara bertahap. Alih-alih menggunakan tautan berbahaya, serangan para cyber sering kali dimulai dengan pesan sederhana yang tampak tidak berbahaya seperti “Halo” atau “Apakah kamu ingat aku?”. Pesan tersebut tidak memiliki tanda-tanda berbahaya yang langsung terlihat, karena tujuan awal penipu hanyalah mendapatkan balasan dan memulai percakapan untuk memulai langkah berikutnya,” papar mereka.
Meskipun Google mengatakan sifat umpan awal dapat bervariasi, pada akhirnya penipuan akan berkembang dengan cara yang hampir sama. Biasanya setelah umpan awal dilakukan maka para penipu beralih ke fase dua serangan, yang disebut Manipulation Tactic atau Taktik Manipulasi.
“Setelah seseorang terjerat, taktik manipulasi penipu mulai berubah,” kata Google. “Dari sini, penipu fokus pada membangun kepercayaan secara perlahan. Mereka akan mengajak anda dalam percakapan yang lebih lama, berpura-pura sebagai perekrut atau teman lama. Mereka bahkan mungkin menyertakan detail pribadi yang dikumpulkan dari situs web publik seperti nama atau jabatan, semua itu bertujuan untuk membangun kepercayaan. Mereka menggunakan teknik rekayasa sosial untuk secara sistematis membangun hubungan sebelum meminta sesuatu,” jelas Google.
Waktu yang dibutuhkan untuk memanipulasi korban dapat bervariasi. Namun jika pengguna menjadi target utama, seorang penjahat siber yang tekun dapat menghabiskan berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan untuk melakukan manipulasi tersebut, namun mereka juga mencoba menyelesaikan tugas dengan sangat cepat mungkin dalam hitungan menit atau jam.
Bagaimanapun, begitu penipu yakin pengguna telah berhasil ditipu, mereka akan beralih ke fase ketiga serangan yaitu The Endgame atau Tujuan Akhir.
“Tujuan akhir adalah mencuri informasi atau uang Anda,” peringatan Google. “Taktiknya lebih sabar, bertujuan untuk memaksimalkan kerugian finansial secara bertahap. Penipu sering memancing korban ke aplikasi pihak ketiga untuk menghindari keamanan dan pemantauan, ciri khas penipuan pig butchering,” papar Google.
“Setelah membangun kepercayaan yang kuat, mereka memanfaatkan ikatan emosional untuk mengajukan permintaan mendesak akan uang atau informasi keuangan sensitif. Tujuan akhir adalah memanipulasi korban agar mengirimkan uang sebanyak mungkin sebelum penipu menghilang. Tujuannya selalu untuk menyebabkan kerugian finansial,” ungkap Google.
Editor: Aspian Nur