Unutmaz,
yang saat ini menjadi peneliti di The Jackson Laboratory for Genomic
Medicine, Amerika Serikat dan jadi satu dari sepuluh ilmuwan yang
dipilih OpenAI untuk menguji model-model tercanggihnya, berpendapat umat
manusia sedang menghadapi titik balik yang belum pernah terjadi
sebelumnya.
"Ini bisa menjadi penemuan terbesar sejak awal peradaban," kata Unitmaz melansir dari laman infobae Kamis (2/10/2025) hari ini.
Pria
itu yakin AI akan mengubah biologi dan kesehatan manusia secara
radikal. Menurut analisisnya, kecepatan kemajuan teknis dan konvergensi
AI dan bioteknologi membuka pintu menuju era di mana penyakit seperti
kanker, Alzheimer dan Parkinson tidak lagi menjadi ancaman yang tidak
dapat diatasi.
Potensi kecerdasan buatan dalam dunia kedokteran
tercermin dalam perangkat seperti GPT-4 Pro, AlphaFold dan ESM-3.
model-model ini telah memungkinkan perancangan terapi inovatif dan
penyelesaian pertanyaan ilmiah yang sebelumnya membutuhkan waktu
bertahun-tahun.
AlphaFold memprediksi struktur tiga dimensi semua
protein manusia dalam satu hari, sebuah tugas yang sebelumnya
membutuhkan waktu puluhan tahun.
Sementara itu, ESM-3
mengantisipasi interaksi molekuler secara real-time dan memfasilitasi
pengembangan obat-obatan yang lebih aman dan efektif.
Konsep
biosingularitas , yang dicetuskan oleh Unutmaz sendiri dua dekade lalu
menggambarkan momen ketika konvergensi AI dan bioteknologi akan mengubah
biologi manusia secara radikal.
"Begitu kita mencapai
biosingularitas itu, langit akan menjadi batasnya. Kita benar-benar bisa
menyembuhkan kanker dalam satu minggu dan kemudian penyakit jantung di
minggu berikutnya," ujarnya.
Visi ini didasarkan pada gagasan
kecepatan lepas umur panjang yang dipopulerkan oleh Ray Kurzweil yang
menurutnya kemajuan ilmiah akan memungkinkan kehidupan manusia
diperpanjang pada tingkat yang dipercepat, sampai pada titik membalikkan
penuaan dan mengembalikan seseorang yang berusia 80 atau 100 tahun ke
keadaan biologis dewasa muda.
Dampak kecerdasan buatan akan
melampaui dunia kedokteran, mentransformasi struktur sosial dan ekonomi .
Unutmaz memperingatkan otomatisasi akan menghilangkan banyak pekerjaan,
bahkan di sektor-sektor berkeahlian tinggi dan menimbulkan tantangan
bagi ketenagakerjaan dan distribusi kekayaan.
Namun, peneliti
ini optimis : ia meramalkan masyarakat yang berkelimpahan, dimana robot
dan AI melakukan semua pekerjaan, membebaskan orang-orang untuk fokus
pada hal-hal penting dalam hidup.
Editor: Aspian Nur