Masalahnya, dalam hal ini bukanlah harga yang pantas melainkan mobil itu seolah ditelan bumi dan itu terjadi selama 87 tahun .
Melansir dari laman marca.com Senin (15/9/2025) hari ini, nama Voiture Noire mungkin terdengar familier karena Bugatti menghidupkannya kembali beberapa tahun lalu untuk menamai model terliarnya, sebuah hypercar bertenaga 1.500 horse power atau tenaga kuda, yang hanya diproduksi satu unit dan dijual sekitar 11 Juta Euro (sebelum pajak), setara dengan Rp211 Miliar.
Namun penyebutan modern ini merupakan penghormatan kepada legenda aslinya, mobil yang dirancang pada tahun 1930-an oleh Jean Bugatti, putra pendirinya Ettore, yang lenyap ditelan perang.
Bugatti Type 57 SC Atlantic sebenarnya bukan mobil yang unik. Antara tahun 1936 dan 1938, empat unit diproduksi, ditujukan bagi mereka yang ingin merasakan kecepatan disaat jalanan hanya cocok untuk mobil yang sangat lambat, yang kecepatannya hampir mencapai 80 km/jam (50 mph). Kecepatan ini tidak seberapa dibandingkan dengan Bugatti yang mencapai 153 km/jam ( 94 mph), sebuah sensasi yang tak terbayangkan pada masa itu berkat mesin 3.2 liter turunan kompetisi yang menghasilkan 135 hp (135 horse power).
Namun untungnya kecepatan bukanlah satu-satunya atributnya. Jean Bugatti merancang bodi yang tampak seperti sesuatu dari pameran seni modern pada masa itu). Bodinya penuh dengan garis-garis dan bentuk yang mengalir, mengingatkan pada cangkang serangga dengan sirip punggung berpaku yang membentang di sepanjang mobil. Itu bukan keinginan estetika, tetapi solusi teknis. Awalnya idenya adalah membuat bodi ini dari magnesium, yang mustahil untuk dilas pada masa itu.
Sirip tersebut berfungsi untuk menyatukan kedua bagiannya, namun pada akhirnya aluminium yang dipilih meskipun sirip punggung tetap menjadi ciri khas estetika yang agak misterius dan tentu saja sangat mudah dikenali.
Mobil yang hilang, dengan nomor sasis 57453, memiliki sejarah yang menghantui. Mobil ini pernah berpindah tangan dari Ettore Bugatti, pembalap Robert Benoist dan William Grover , teknisi internal, dan beberapa pameran mobil. Mobil ini berfungsi sebagai etalase dan eksperimen, duta dan "mainan balap".
Dan tiba-tiba pada tahun 1938, jejaknya menghilang. Ada pembicaraan tentang Kota Bordeaux, tentang pemindahan, tentang kereta yang membawanya menjauh dari serbuan Nazi. Ada juga pembicaraan tentang sebuah kapal dan air gelap yang bisa saja menelannya. Tidak ada yang terkonfirmasi. Yang sebenarnya terjadi adalah sejak saat itu, La Voiture Noire telah menghilang dari peta.
Sejarah mencatat pada tahun 1940, Jerman menginvasi Perancis yang membaut Kota Paris jatuh dan jutaan orang mengungsi. Saat itu, seluruh keluarga menyembunyikan barang-barang berharga di balik tembok palsu, dibawah tanah atau dilumbung-lumbung terpencil. Tak seorang pun ingin penjajah mencuri warisan mereka, entah itu lukisan, patung, atau mobil tercanggih saat itu.
Oleh karena itu, beberapa ahli percaya Bugatti mungkin terkubur dibawah tanah, sedalam beberapa meter, disuatu tempat di Perancis barat daya, sebuah rahasia yang akan lenyap bersama siapa pun yang menyembunyikannya. Yang lain berfantasi tentang dinding palsu di sebuah rumah besar, di baliknya mobil itu akan tetap utuh, meskipun hipotesis ini membutuhkan terlalu banyak keterlibatan dan terlalu banyak presisi arsitektural agar siapa pun belum dapat menemukannya.
Pilihan menenggelamkan kapal di laut terdengar tragis, tetapi masuk akal. Namun, pelayaran ke Amerika tidak begitu masuk akal karena cepat atau lambat kapal itu pasti akan sampai di sana, di negara tanpa penjajah, tempat setiap harta karun Eropa akhirnya ditemukan.
Editor: Aspian Nur