Karakter keduanya sulit ditemukan karena perwujudan dari hewan laut yang berada di dalam atau bahkan di dasar laut dengan tak semua orang bisa melihat atau menemukannya.
Tapi kini, bentuk asli dari Patrick berhasil ditemukan oleh para peneliti dalam ukuran besar di dasar laut yang mencapai kedalaman lebih dari 1.000 meter (3.280 kaki) dibawah permukaan laut saat mengambil gambar dan video bulan lalu, tepatnya pada 26 Juli 2025 namun baru dipublikasikan pekan ini.
Uniknya, starfish atau bintang laut itu memiliki bentuk bokong atau pantat yang sangat mirip dengan Patrick, hal mana yang membuat banyak penonton bingung membandingkan makhluk tersebut dengan Patrick di serial Spongebob Squarepants.
Makhluk oranye tersebut terekam kamera sebagai bagian dari misi ilmiah Argentina-Amerika untuk menjelajahi ngarai Mar del Plata, satu dari beberapa lembah bawah laut terbesar dan terdalam di Argentina, yang mencapai kedalaman 3.500 meter (11.482 kaki).
Para peneliti menggunakan remotely–operated vehicle (ROV) atau kendaraan bawah laut yang dikendalikan jarak jauh untuk menjelajahi kedalamannya sambil menyiarkan siaran langsung apa yang mereka temui.
Dengan alat tersebut para peneliti berhasil mendapatkan gambar berbagai hewan menakjubkan diantaranya teripang merah cerah, gurita, kepiting raja dan terumbu karang yang luar biasa, tetapi tidak ada yang menarik perhatian sebanyak bintang laut yang memiliki dua tonjolan simetris di punggungnya, yang mirip sekali dengan bokong. Warna cerahnya juga membuatnya mirip dengan Patrick, bintang laut pink yang polos dan gemuk.
Bintang laut ini kini bahkan memiliki akun sendiri di X dengan nama pengguna ‘Starbutt’, di mana pengguna berbagi meme tentang makhluk tersebut. Seorang pengguna bahkan telah merajut versi makhluk laut tak bertulang belakang berbokong besar ini.
Ini adalah kali pertama manusia dapat melihat oase bawah laut ini secara real time. Tempat ini menjadi rumah bagi begitu banyak kehidupan karena disinilah arus dingin yang kaya nutrisi bertemu dengan arus hangat yang asin.
“Bersama-sama, mereka membentuk wilayah paling aktif di lautan global,” tulis Schmidt Ocean Institute melansir dari laman dailymail.co.uk Rabu (6/8/2025) hari ini.
Ekspedisi selama 20 hari ini, yang akan berakhir pada 10 Agustus nanti melibatkan 25 ilmuwan. “Fakta siapa pun dapat terhubung dari rumah dan melihat apa yang kami lihat secara langsung adalah kesempatan yang unik,” kata pemimpin ekspedisi Daniel Lauretta.
“Ilmu pengetahuan tidak lagi sesuatu yang jauh atau tidak terjangkau, tetapi menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari,” imbuhnya.
Selain merekam gambar dan menyiarkan secara langsung, ROV bernama SuBastian juga mengumpulkan sampel biologis menggunakan lengan robotiknya.
Ini bukan kali pertama ilmuwan menemukan makhluk laut yang mirip dengan karakter dari serial Spongebob. Pada 2021, ilmuwan laut melihat spons laut kuning dan bintang laut merah muda berenang bersama di alam liar.
Pasangan yang menggemaskan itu terlihat di sisi gunung bawah laut bernama Retriever seamount, sekitar 200 mil di timur Kota New York.
Christopher Mah, seorang ilmuwan dari National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) atau Badan Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional membagikan temuannya di X. “Saya biasanya menghindari referensi ini... tapi wow, SpongeBob dan Patrick sungguhan!” ujarnya.
Para ahli sebelumnya telah menjelaskan alasan mengapa bintang laut kadang-kadang tampak memiliki pantat seperti manusia. “Bintang laut kadang-kadang mengendurkan lengan mereka, misalnya saat mereka makan,” kata Nate Jaros, kurator ikan dan invertebrata di Aquarium of the Pacific.
Terlepas dari semua itu, para ilmuwan baru-baru ini memutuskan untuk mengganti nama bintang laut yang tulisan asingnnya “starfish” menjadi “sea star” karena mereka sebenarnya bukan ikan.
“Bintang laut hidup di bawah air, tetapi kesamaan mereka dengan ikan berakhir disitu. Mereka tidak memiliki insang, sisik atau sirip. Bintang laut hanya hidup di air asin. Air laut, bukan darah, sebenarnya digunakan untuk memompa nutrisi melalui tubuh mereka melalui sistem vaskular air,” ungkap mereka mengenai alasan pergantian nama itu.
'Selain itu sea star atau bintang laut bergerak menggunakan kaki tabung kecil yang terletak di bagian bawah tubuh mereka. Bintang laut matahari dewasa dapat bergerak dengan kecepatan mengagumkan satu meter per menit menggunakan 15.000 kaki tabung. Kaki tabung juga membantu bintang laut menahan mangsanya.
“Bintang laut terkait dengan hewan pasir, landak laut dan teripang, yang semuanya merupakan echinodermata, artinya mereka memiliki simetri radial lima titik. Namun ini tidak berarti semua bintang laut memiliki lima lengan; spesies dengan 10, 20, atau bahkan 40 lengan juga ada. Kalau satu lengan ini hilang, bintang laut memiliki kemampuan luar biasa untuk meregenerasi lengan tersebut,” paparnya.
Editor: Aspian Nur