Teknologi tersebut memungkinkan tim produksi menyelesaikan adegan lebih cepat dan dengan biaya lebih rendah.
Penggunaan AI generatif kontroversial diindustri hiburan dilakukan seiring dengan adanya kekhawatiran teknologi ini menciptakan konten menggunakan karya orang lain tanpa izin dan ketakutan hal itu akan menggantikan pekerjaan manusia.
Sarandos membuat pernyataan tersebut saat Netflix mengumumkan kenaikan pendapatan sebesar 16 persen menjadi $11 Miliar (£8,25 Miliar), setara dengan Rp180 Triliun, untuk tiga bulan hingga akhir Juni dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Laba naik dari $2,1 Miliar, setara dengan Rp35 Triliun, menjadi $3,1 Miliar, setara dengan Rp50,7 Triliun.
Perusahaan streaming tersebut mengatakan kinerja yang lebih baik dari perkiraan didorong oleh kesuksesan musim ketiga dan terakhir dari serial thriller Korea Selatan Squid Game, yang hingga kini telah menarik 122 juta penonton.
Ketika ditanya tentang penggunaan AI oleh Netflix, Sarandos mengatakan teknologi tersebut memungkinkan produksi dengan anggaran lebih kecil untuk menggunakan efek visual canggih.
AI generatif yang digunakan dalam The Eternaut membantu tim produksinya menyelesaikan adegan runtuhnya gedung di Buenos Aires 10 kali lebih cepat daripada jika mereka menggunakan alat efek khusus tradisional, katanya.
"Biayanya tidak akan mungkin terjangkau untuk acara dengan anggaran seperti itu. Adegan tersebut sebenarnya adalah adegan AI generatif pertama yang muncul di layar dalam serial atau film asli Netflix. Jadi, para kreator sangat senang dengan hasilnya,” kata Sarandos melansir dari bbc.com Senin (21/7/2025) hari ini.
AI menjadi satu diantara isu utama yang diangkat selama pemogokan Hollywood pada 2023. Selama pemogokan tiga bulan, serikat pekerja Screen Actors Guild–American Federation of Television and Radio Artists menuntut regulasi yang lebih ketat terhadap penggunaan AI.
Beberapa pihak di industri ini mengkritik penggunaan AI dalam film, menyebutnya merendahkan seni. Pada 2024, produser film Tyler Perry menghentikan rencana ekspansi senilai $800 Juta, setara dengan 13.1 Miliar, untuk studionya di Atlanta karena kekhawatiran kemajuan pesat dalam video yang dihasilkan AI akan mempengaruhi lapangan kerja.
Alat AI seperti Sora dari OpenAI diumumkan pada saat itu, menimbulkan kekaguman atas kualitas video yang dapat dihasilkan dari prompt teks sederhana, namun juga kekhawatiran tentang keamanan pekerjaan.
Davier Yoon, co-founder studio animasi Singapura CraveFX mengatakan, adopsi AI generatif oleh Netflix tidak mengejutkan karena semakin banyak studio besar yang menggunakan teknologi ini.
AI generatif menambah daftar alat digital yang dapat dipilih oleh seniman efek visual untuk mewujudkan ide-ide mereka, katanya.
“Rasanya hanya masalah waktu. AI pasti membuka pintu bagi studio kecil untuk menciptakan visual yang terlihat seperti anggaran besar,” kata Yoon. “Pada akhirnya, senimanlah yang memutuskan apa yang ada dalam gambar akhir, bukan AI,” tegasnya.
Editor: Aspian Nur