“Pesan pribadi tidak akan berubah termasuk panggilan dan status dienkripsi end-to-end karena tidak dapat digunakan untuk menampilkan iklan,” kata WhatsApp dalam sebuah posting blog mereka melansir dari apnews.com Selasa (17/6/2025) hari ini.
Ini merupakan perubahan besar yang dilakukan Meta yang pendirinya Jan Koum dan Brian Acton, berjanji untuk menjaga platform ini bebas dari iklan saat mereka mendirikannya pada tahun 2009 atau 16 tahun silam. Facebook membeli WhatsApp pada tahun 2014 dan keduanya meninggalkan perusahaan beberapa tahun kemudian.
Perusahaan induk Meta Platforms Inc. telah lama berusaha untuk menghasilkan pendapatan dari WhatsApp. WhatsApp mengatakan iklan akan ditargetkan kepada pengguna berdasarkan informasi seperti usia, negara atau kota tempat mereka berada, juga bahasa yang mereka gunakan, saluran yang mereka ikuti diaplikasi dan cara mereka berinteraksi dengan iklan yang mereka lihat.
WhatsApp mengatakan tidak akan menggunakan pesan pribadi, panggilan dan grup yang menjadi anggota pengguna untuk menargetkan pemasangan iklan.
Ini adalah satu dari tiga fitur iklan yang diumumkan WhatsApp saat mereka berusaha memonetisasi basis pengguna aplikasinya. Saluran juga dapat mengenakan biaya langganan bulanan kepada pengguna agar mereka dapat mendapatkan pembaruan eksklusif dan pemilik bisnis dapat membayar untuk mempromosikan visibilitas saluran mereka kepada pengguna baru.
Sebagian besar pendapatan Meta berasal dari iklan. Pada tahun 2025, pendapatan perusahaan yang berbasis di Menlo Park, California itu mencapai $164,5 miliar, setara degam Rp3 Triliun yang $160,6 Miliar, setara dengan Rp2,3 Triliun, diantaranya berasal dari iklan.
Editor: Aspian Nur