Pesawat drone itu dirancang perusahaan Islandia, Flygildi, yang mengatakan pesawat ini dapat digunakan untuk keperluan militer atau pribadi.
“Awal tahun ini kami mengungkapkan drone realistis yang menyeramkan yang terbuat dari burung mati sedang dikembangkan oleh para ilmuwan,” kata mereka dilansir dari thesun.co.uk Minggu (15/10/2023) hari ini.
Dengan kepakan sayapnya, drone ini terlihat sangat mirip dengan burung aslinya dan dapat membantu memahami perilaku burung atau digunakan untuk keperluan militer.
“Menggunakan burung taksidermi sebagai pesawat terbang adalah alat yang bagus untuk mempelajari penerbangan,” jelas peneliti Dr Mostafa Hassanlian.
"Kami menemukan ide bisa menggunakan burung yang sudah mati dan membuatnya menjadi pesawat tak berawak. Semuanya ada disana dan kami melakukan rekayasa balik," ucap Mustofa lagi.
Drone burung taksidermi yang ada saat ini dapat terbang lebih dari 20 menit, namun para ilmuwan berharap dapat membuatnya terbang lebih lama dan bahkan mengujinya di antara burung-burung yang masih hidup.
Tim yang berbasis di Institut Pertambangan dan Teknologi New Mexico ini melakukan penelitian dengan harapan bisa mendapatkan pemahaman lebih lanjut tentang hewan tersebut.
Editor: Aspian Nur