Siapa pun yang menginstal kedua aplikasi di perangkat mereka didesak untuk segera menghapusnya karena didalamnya ada Sharkbot.
Google telah melarang Mister Phone Cleaner dan Kylhavy Mobile Security dari Google Store tetapi ponsel dengan aplikasi yang sudah diunduh dapat menjadi korban cyber berikutnya jika mereka memilih untuk mengabaikan saran tersebut dan ribuan orang diyakini berisiko ponsel mereka rusak akibat virus tersebut.
"Versi baru ini meminta korban untuk menginstal malware sebagai pembaruan palsu agar antivirus tetap terlindungi dari ancaman. Kami telah menemukan dua aplikasi SharkbotDopper aktif di Google Play Store dengan masing-masing 10 ribu sampai 50 ribu penginstalan,” ujar Alberto Segura dari Fox-IT.
“Pada 22 Agustus 2022, tim Intelijen Ancaman Fox-IT menemukan sampel Sharkbot baru dengan versi 2.25; berkomunikasi dengan server perintah-dan-kontrol yang disebutkan sebelumnya. Versi Sharkbot ini memperkenalkan fitur baru untuk mencuri cookie sesi dari para korban yang mencatat ke rekening bank mereka," ucapnya lagi.
SharkBot adalah virus trojan perbankan yang pertama kali ditemukan pada tahun 2018 dan aplikasi berbahaya itu ditemukan menargetkan aplikasi cryptocurrency yang bisa mencuri informasi login pemilik ponsel dan memungkinkan peretas menggunakan akun orang lain.
Dengan menggunakan Sharkbot, scammers dapat melewati kredensial keamanan ketat Google dan mencuri uang dari rekening bank online pengguna Android dan membuat halaman login palsu bagi peretas untuk mencuri nama pengguna dan kata sandi.
Cara menghapus aplikasi ini di Android yaitu membuka aplikasi Google Play Store, dikanan atas tap ikon profil, ketuk kelola aplikasi dan perangkat, lalu ketuk nama aplikasi yang ingin hapus. Ketuk copot pemasangan.
Editor: Aspian Nur