Diketahui bison liar sering menebang pohon, makan kulit kayu dan mandi debu yang secara alami memulihkan keadaan dan menciptakan ruang baru bagi satwa liar lainnya seperti kuda poni, bai dan sapi.
Bison Eropa dipilih untuk membantu menyelamatkan lingkungan karena mereka kerabat terdekat yang hidup dengan bison stepa kuno yang pernah berkeliaran di Inggris dan secara alami mengelola daerah tersebut. Trah ini adalah mamalia darat terbesar di Eropa.
Hewan berkuku genap ini suka melucuti pohon dan menggosok kulit kayu, yang menciptakan area yang ideal untuk serangga dan jamur, memungkinkan spesies tanaman untuk berkembang. Bulu mereka juga berguna dimana burung kerap mengumpulkannya untuk membuat sarang.
Adapun tiga bison yang Kembali ke hutan di Kent terdiri dari induknya yang dibawa dari Skotlandia dan anaknya yang masih muda yang didatangkan dari Irlandia. Satu hewan lagi bersama mereka adalah seekor banteng dari Jerman
"Mereka memiliki kemampuan luar biasa untuk meningkatkan keanekaragaman hayati hanya dengan menjadi bison. Kami benar-benar membutuhkan itu di hutan," kata seorang pengelola bison Bernama Donovan Wright, dilansir dari laman Thesun.co.uk Selasa (19/7/2022) hari ini. "Anda mendapatkan efek melalui ekosistem, sehingga banyak spesies dapat memperoleh manfaat dari bison di ekosistem," imbuhnya
Proyek bison untuk memperbaiki lingkungan ini bernilai £1,12 juta, setara dengan hamper Rp20 miliar, dipimpin Kent Wildlife Trust dan Wildwood Trust dari West Blean dan Thornden Woods.
"Dengan proyek ini kami akan membuktikan dampak bison di alam liar terhadap lingkungan," tegas Paul Whitfield, direktur jenderal Wildwood Trust.
"Mereka akan menciptakan ledakan keanekaragaman hayati dan membangun ketahanan habitat, mengunci karbon untuk membantu mengurangi kenaikan suhu global. Tidak hanya itu, tetapi kami memberi orang-orang di Inggris - untuk pertama kalinya dalam lebih dari 1.000 tahun - kesempatan untuk mengalami bison di alam liar.
Ini adalah pengalaman yang sangat kuat, emosional, mendalam dan itu adalah sesuatu yang telah hilang dari kami di negara ini," pungkas Paul.
Editor: Aspian Nur