Surat itu ditujukan kepada sembilan Senator negara China yang menyuarakan keprihatinan tentang data privasi menyusul penyelidikan BuzzFeed News baru-baru ini yang menemukan masalah tersebut
Surat Chew juga mengkonfirmasi program “Project Texas” TikTok, yang disebutkan dalam laporan BuzzFeed News bertujuan untuk melindungi data pengguna dari negara adidaya tersebut dengan menjalankan TikTok dari server di Texas yang dimiliki oleh Oracle.
Namun, Chew menegaskan tuduhan dan sindiran dari artikel BuzzFeed News tidak benar dan tidak didukung oleh fakta.
Surat dari TikTok tidak secara jelas menyatakan data pengguna Amerika Serikat telah atau dapat diakses oleh karyawan di luar negeri, tetapi menjawab 11 pertanyaan yang diminta oleh para senator untuk dijawab pada 18 Juli pekan depan.
"[Kami] yakin ketika Anda meninjau tanggapan kami, Anda akan melihat TikTok belum pada titik mana pun, menyesatkan kongres tentang kontrol dan praktik data dan keamanan kami," tulis Chew.
Laporan BuzzFeed News, yang diterbitkan pada 17 Juni lalu mengklaim telah mendengarkan audio yang bocor dari lebih dari 80 pertemuan internal TikTok.
Rekaman yang diambil dari September 2021 hingga Januari 2022 termasuk 14 pernyataan dari sembilan karyawan TikTok yang bertemu untuk membahas Project Texas, upaya rahasia untuk menghentikan para insinyur di China mengambil data tersebut.
Klip suara itu berasal dari ucapan seorang sutradara di TikTok yang menyebut seorang insinyur ByteDance sebagai admin utama yang memiliki akses ke segalanya', menurut BuzzFeed News.
Satu dari 11 pertanyaan dalam surat senator menanyakan apakah karyawan yang berbasis di China memiliki atau memiliki akses ke data pengguna AS, yang menurut Chew staf tersebut memang memiliki akses tersebut.
Hal ini dimungkinkan melalui serangkaian kontrol keamanan siber yang kuat dan protokol persetujuan otorisasi, menurut surat TikTok tersebut.
Chew mengulangi implementasi Project Texas, mencatat program ini dirancang khusus untuk menghentikan akses tersebut. Surat itu juga menyatakan karyawan dapat mengakses data yang tidak sensitif, seperti video dan komentar publik, tetapi akses catatan ke konten ini sangat terbatas.
Chew juga memberi tahu para senator algoritma TikTok hanya akan dilatih pada data dari penyimpanan Oracle dan perusahaan akan memastikan pemeriksaan keamanan pihak ketiga yang tepat dan validasi algoritma.
Senator Marsha Blackburn mengatakan kepada NBC News memberikan tanggapan terhadap surat Chew dan menegaskan kekhawatiran ketakutan mereka mengenai pengaruh [Partai Komunis Tiongkok] di dalam perusahaan.
"Mereka seharusnya menjadi bersih sejak awal tetapi malah mencoba untuk menutupi pekerjaan mereka secara rahasia," kata Blackburn, seorang Republikan, dilansir dari laman Dailymail.co.uk Selasa (6/7/2022) hari ini.
"Orang Amerika perlu tahu jika mereka berada di TikTok, Komunis China memiliki informasi mereka. TikTok perlu kembali dan bersaksi di depan Kongres,” tegasnya.
Pejabat pemerintah AS percaya TikTok memata-matai orang Amerika dan tidak dapat mengabaikan masalah ini sekarang setelah BuzzFeed merilis laporannya.
Pada 28 Juni, Brendan Carr, Komisaris Federal Communications Commission (FCC), (FCC), Komisi Komunikasi Federa,l memposting di Twitter mendesak Apple dan Google untuk menghapus TikTok dari toko aplikasi mereka karena pola praktik data diam-diamnya.
Carr menyertakan surat kepada CEO Google Sundar Pichai dan CEO Apple Tim Cook, mengungkapkan mengapa TikTok perlu dihapus, mengutip laporan dari minggu lalu yang dianggap memberikan ancaman keamanan nasional serius yang ditimbulkan oleh TikTok.
Dan dia memberi raksasa teknologi itu hingga 8 Juli untuk menghapus TikTok atau menjelaskan mengapa mereka memilih untuk tidak mematuhinya.
Editor: Aspian Nur