Dilansir dari laman Thesun.co.uk Minggu (26/6/2022) hari ini, ada dua cara baru pengguna akan diminta untuk memverifikasi usia mereka.
Pertama, dengan mengunggah foto selfie di aplikasi Instagram lewat perusahaan Yoti yang berbasis di Inggris. Yoti menganalisis selfie untuk menentukan rentang usia, dengan akurasi sekitar 98-99 persen.
Fitur wajah pengguna akan diperiksa dalam video selfie dan membuat perkiraan usia. Setelah Instagram dan Yoti memverifikasi usia pengguna dan selanjutnya video tersebut akan dihapus.
"Kami mewajibkan orang berusia minimal 13 tahun untuk mendaftar ke Instagram," kata Instagram.
"Di beberapa negara, usia minimum kami lebih tinggi. Ketika kami tahu jika seseorang masih remaja (13-17), kami memberi mereka pengalaman yang sesuai dengan usianya, seperti memasukkan mereka ke akun pribadi, mencegah kontak yang tidak diinginkan dari orang dewasa yang tidak mereka kenal dan membatasi opsi yang dimiliki pengiklan untuk menjangkau mereka,” papar Instagram.
Pilihan kedua, meminta teman bersama untuk memverifikasi usia pengguna. Orang yang melakukan verifikasi harus berusia 18 tahun dan tidak melakukan hal itu untuk orang lain pada saat yang bersamaan. Mereka juga harus memenuhi "perlindungan lain" yang tidak dirinci oleh Instagram.
Pengguna juga dapat menggunakan metode ini dengan hanya memverifikasi usia dengan ID. Proses ini dipicu jika seseorang mencoba mengedit tanggal lahir mereka di Instagram dari di bawah 18 tahun menjadi di atas 18 tahun.
Teknologi baru ini awalnya diluncurkan di AS, tetapi kemungkinan akan digunakan di seluruh duniia.
"Memahami usia seseorang secara online adalah tantangan yang kompleks dan berskala industri," jelas Instagram. "Kami ingin bekerja dengan orang lain di industri kami, dan dengan pemerintah, untuk menetapkan standar yang jelas untuk verifikasi usia secara online. Banyak orang, seperti remaja, tidak selalu memiliki akses ke formulir ID yang membuat verifikasi usia menjadi jelas dan sederhana,” sebut mereka.
"Sebagai sebuah industri, kami harus mencari cara baru untuk mendekati dilema memverifikasi usia seseorang ketika mereka tidak memiliki ID,” pungkas mereka.
Editor: Aspian Nur