Para ahli mengatakan itu akan memungkinkan orang untuk mengakses dan masuk tanpa kata sandi baru mereka yang dikenal sebagai kunci sandi diberbagai perangkat. Cara ini akan mencegah seseorang dari keharusan masuk ke setiap akun lagi di setiap perangkat, mengurangi risiko penggunaan kata sandi berulang yang mudah ditebak.
Apple, Google dan Microsoft mengatakan sistem baru ini juga akan memungkinkan orang untuk menggunakan otentikasi sidik jari atau pemindaian wajah pada ponsel cerdas mereka sebagai cara masuk ke perangkat lain di dekatnya, terlepas dari sistem operasi atau browser yang mereka jalankan.
Ini adalah fitur yang sudah ada untuk perangkat Apple, dimana seseorang yang memakai Apple Watch dapat membuka kunci ponsel atau MacBook, mengurangi kebutuhan orang untuk mengingat berbagai kombinasi nama pengguna dan kata sandi untuk masuk ke layanan yang berbeda.
Kata sandi yang digunakan kembali di banyak akun menurut para ahli adalah salah satu risiko keamanan terbesar di dunia digital. Apple, Google dan Microsoft berharap mulai membuat pembaruan ini dan tersedia di seluruh platform mereka tahun mendatang.
“Otentikasi yang lebih sederhana dan lebih kuat bukan hanya tagline Fido Alliance - itu juga telah menjadi prinsip panduan untuk spesifikasi dan pedoman penerapan kami,” kata direktur eksekutif Fido Alliance Andrew Shikiar, dilansir dari laman dailymail.co.uk Jumat (6/5/2022) hari ini.
“Kami memuji Apple, Google dan Microsoft untuk membantu mewujudkan tujuan ini dengan berkomitmen untuk mendukung inovasi ramah pengguna,” tambahnya.
Pengumuman itu dikeluarkan pada World Password Day atau Hari Kata Sandi Sedunia dan para pakar keamanan siber menyerukan kepada publik dan bisnis untuk meninggalkan kata sandi.
Grahame Williams, direktur manajemen identitas dan akses di perusahaan pertahanan Thales mengatakan kata sandi menjadi semakin tidak aman dan mudah diretas.
Industri perlu beralih ke teknologi yang lebih baru untuk meningkatkan keamanan dan melindungi data pengguna. “Microsoft, Google, dan Apple mencoba membuka jalan untuk membuat akses akun menjadi aman dan nyaman," ujar Jake Moore, Penasihat Keamanan Siber Global.
Moore mengatakan kata sandi memainkan peran besar dalam keamanan akun karena dapat dengan mudah diubah ketika disusupi dan tidak secara langsung bergantung pada pengidentifikasi perangkat unik seperti smartphone atau jam tangan.
Sementara Google mengatakan mereka senang dengan pembaruan kunci sandi ini. “Kami memahami masih perlu waktu agar teknologi ini tersedia di perangkat semua orang dan bagi pengembang situs web dan aplikasi untuk memanfaatkannya,” papar mereka.
“Sandi akan terus menjadi bagian dari kehidupan kami saat kami melakukan transisi ini, jadi kami akan tetap berdedikasi untuk membuat proses masuk konvensional menjadi lebih aman dan mudah melalui produk kami yang ada dan inovasi berkelanjutan,” jelasnya.
“Sama seperti kami mendesain produk kami agar intuitif dan mampu, kami juga mendesainnya menjadi pribadi dan aman,” kata Kurt Knight, Direktur Senior Pemasaran Produk Platform Apple.
Editor: Aspian Nur