Fitur ini untuk sementara hanya eksperimental dan terbatas kepada pengguna situs web Twitter untuk saat ini, tetapi dapat diluncurkan ke platform lain di masa mendatang.
Perancang privasi Twitter Dominic Camozzi pertama kali meluncurkan konsep tombol Unmention atau tidak menyebutkan ulang ini pada Juli tahun lalu, dengan mengatakan pengguna sebenarnya terkadang ingin berbicara dan terkadang tidak saat di mention pengguna lain.
Fitur ini diluncurkan bertujuan untuk meningkatkan privasi dan perlindungan bagi pengguna. Untuk menggunakan fitur baru, ketika diluncurkan secara lebih luas nantinya, pengguna bisa memilih tinggalkan percakapan ini dalam opsi tweet untuk menghentikan notifikasi.
Fitur ini sudah tersedia untuk beberapa pengguna, tetapi Twitter mengatakan tidak dapat mengatakan kapan tersedia secara luas di web atau diluncurkan di ponsel.
Dengan fitur Unmention ini, nama pengguna tidak dihapus dari Tweet saat menghapus sebutan, hanya pemberitahuan pembaruan dari percakapan itu dan nama di tweet lanjutan.
“Saya ingin membuatnya lebih mudah untuk menghapus tanda diri pengguna dari Tweet atau percakapan yang tidak ingin mereka ikuti,” kata Camozzi dilansir dari laman Dailymail.co.uk Jumat (8/4/2022) hari ini.
“Cukup pilih “jangan sebut diri Anda dari percakapan ini” dari menu info lebih lanjut dan tautan ke profil Anda akan dihapus,” jelasnya.
Fitur lain seputar penyebutan, yang disarankan oleh Camozzi sejak Juli 2021 lalu adalah kemampuan untuk mencegah pengguna tertentu menyebut pengguna di masa mendatang.
“Kalau seseorang yang tidak diikuti misalnya si @ menyebut Anda, Anda akan mendapatkan pemberitahuan khusus. Jika Anda tidak menyebut diri Anda dari sana, penulis Tweet tidak akan dapat menyebut Anda lagi,” ungkapnya.
Editor: Aspian Nur