Artinya, berdasarkan 12 jam sehari, anak-anak menghabiskan lebih dari sepertiga waktunya untuk melihat layar dan hanya 6 persen di luar.
Studi terhadap 1.500 orangtua yang memiliki anak berusia enam hingga 16 tahun menemukan data 63 persen orangtua merasa sulit untuk mengajak anak mereka keluar rumah dengan lebih dari dua dari sepuluh atau 22 persen merasa sedih melihat anak mereka bermain dengan gadget di dalam rumah.
Dan lebih dari dua pertiga atau 68 persen percaya, anak-anak mereka “kecanduan layar”, dengan tujuh dari 10 berharap anak mereka lebih bermain di luar rumah.
Namun jajak pendapat yang dilakukan oleh perusahaan perawatan penglihatan HOYA Lens di Inggris dan Irlandia, menemukan fakta kalau 59 persen orangtua tidak menyadari waktu yang dihabiskan di luar ruangan sebenarnya dapat menunda timbulnya miopia atau rabun dekat pada anak-anak.
“Berjuang untuk menghindarkan anak dari kecanduan gadget adalah masalah yang saya duga mempengaruhi sebagian besar orangtua saat ini,” ujar Profesor Kathryn J Saunders, kepala divisi optometri di Universitas Ulster dilansir dari laman Dailymirror.co.uk Jumat (8/4/2022) hari ini.
“Kami tahu dari studi penelitian di seluruh dunia tentang lingkungan di mana anak-anak kecil kami tumbuh. Perilaku yang mereka lakukan adalah mempromosikan rabun jauh (miopia) dan mendorong rabun jauh terjadi pada usia yang lebih dini dibandingkan generasi sebelumnya, baik di Inggris maupun di negara lain tempat penelitian telah dilakukan,” paparnya.
“Para peneliti juga telah membuktikan hubungan yang jelas antara rabun jauh dan menghabiskan lebih sedikit waktu di luar rumah di masa kanak-kanak. Membawa anak-anak keluar lebih teratur, atau untuk waktu yang lebih lama, pada siang hari adalah cara terbaik bagi orangtua untuk mempromosikan diet visual yang sehat,” ungkap Kathryn.
Meskipun demikian, tujuh dari 10 orangtua percaya ada banyak manfaat teknologi bagi anak-anak mereka terutama terkait pendidikan, tetap berhubungan dengan teman dan keluarga dan untuk kreativitas mereka.
Temuan ini muncul setelah penelitian terpisah menemukan data kalau semua itu dilakukan karena adanya pembatasan Covid. Studi terhadap lebih dari 120.000 anak di China menunjukkan kalau lockdown selama pandemi Covid-19 dikaitkan dengan peningkatan prevalensi rabun jauh (miopia) untuk anak-anak berusia enam hingga delapan tahun.
“Survei kami dengan jelas menunjukkan mayoritas orangtua tidak menyadari bahwa waktu yang dihabiskan di luar ruangan dapat menunda timbulnya miopia kepada anak mereka,” jelas Andrew Sanders, direktur layanan profesional di HOYA Lens UK dan Irlandia.
“Dengan perkiraan lima miliar orang atau setengah dari populasi global, berpotensi terkena rabun jauh pada tahun 2050, karena itu sangat penting untuk orangtua sekarang didukung dengan informasi yang mereka butuhkan untuk memahami manfaat penting dari membantu anak-anak mereka mencapai diet visual yang sehat,” sebut Andrew.
Editor: Aspian Nur