Setelah Filter foto dan Stories, terbaru ada laporan yang menunjukkan fitur baru Instagram berikutnya yang terinspirasi Snapchat adalah catatan audio dimana fitur ini memungkinkan pengguna membalas Stories dengan pesan suara, sesuatu yang sudah ada di Snapchat sejak tahun 2016 lalu.
Adalah Alessandro Paluzzi, seorang pengungkap teknologi yang mendapat sebutan sebagai leaker alias tukang membocorkan rahasia, yang membagikan tangkapan layar dari Instagram Stories, menunjukkan seperti apa fitur itu nantinya.
"Instagram sedang mengerjakan kemampuan untuk membalas Stories dengan pesan suara," tulis Paluzzi dilansir dari laman Dailymail.co.uk Selasa (29/3/2022) hari ini.
Tangkapan layar yang diunggah Paluzzi menunjukkan Instagram akan menambahkan ikon mikrofon dibilah teks untuk balasan cerita di sebelah opsi GIF yang ada. Hanya saja rincian lain seperti opsi durasi untuk catatan suara masih belum jelas.
Instagram sendiri belum memberikan komentar terkait apa yang diungkapkan Paluzzi ini. Sebelumnya, Snapchat sudah lebih dlu meluncurkan opsi untuk mengirim catatan suara tahun 2016 sebagai bagian dari pembaruan Obrolan 2.0. “Hari ini kami senang memperkenalkan Chat 2.0,” tulis Snapchat di blog saat itu.
“Anda dapat mulai dengan mengirim beberapa obrolan dan ketika teman Anda muncul, mulailah berbicara atau mengobrol video secara instan dengan satu ketukan dan teman anda bisa mendengarkannya,” imbuh aplikasi yang dikembangkan oleh Evan Spiegel, Bobby Murphy, dan Reggie Brown ini.
“Jika mereka tidak ada, Anda dapat dengan cepat mengirim catatan audio untuk mengatakan apa yang Anda maksud,” ujar Snapchat lagi.
Meta sebagai pemilik Instagram yang sebelumnya dikenal sebagai Facebook, telah berebut untuk meniru kesuksesan Snapchat selama bertahun-tahun dengan sejumlah fitur yang sangat mirip, termasuk Stories atau cerita dan Tangkapan Layar atau Screenshoots.
Baru-baru ini, Instagram menyontek Snapchat dengan meluncurkan fitur yang disebut Rage Shake.
Rage Shake adalah fitur yang memungkinkan penggunanya melaporkan masalah lebih cepat dengan hanya cukup menggoyangkan ponsel saat aplikasi terbuka.
Ini sangat mirip dengan Shake to Report Snapchat, yang memungkinkan pengguna menggoyangkan smartphone mereka untuk melaporkan adanya gangguan. Sejak tahun 2016 hingga 2021 lalu, Instagram dan Facebook sudah tercatat beberapa kali mencontek fitur yang ada di Snapchat.
Pada April 2016, Facebook menambahkan kode Quick Response (QR) ke profil di Messenger yang memungkinkan orang menambahkan pengguna lain tanpa harus mencari. Desember 2016, Facebook memperkenalkan filter kamera berbasis lokasi, mirip dengan fitur geo-filter yang ada di Snapchat.
Di bulan yang sama, Messenger Camera dirancang untuk mempercepat pengambilan dan berbagi foto dan video tanpa harus keluar dari percakapan, fitur yang sudah ada di Snapchat. Tahun 2017 di bulan Maret, Facebook memperkenalkan Facebook Stories bersama dengan dua fitur baru yang sudah ada di Snapchat sebelumnya yaitu Facebook Camera dan Direct.
Pada bulan yang sama Facebook juga juga memperkenalkan Messenger Day yang memungkinkan pengguna berbagi foto dan video dengan filter bergambar dan stiker yang hilang dalam 24 jam, seperti Snapchat Stories.
Di tahun yang sama pada bulan November, Facebook menyalin Snapchat dengan menguji fitur baru yang mendorong pengguna untuk mengirim pesan bolak-balik selama beberapa hari berturut-turut.
Seperti Snapstreaks di Snapchat, Streaks Facebook Messenger memiliki emoji di sebelah nama siapa saja yang sering dikirimi pesan oleh pengguna.
Januari 2018, Instagram, aplikasi milik Facebook, mulai menguji fitur yang memungkinkan pengguna mengambil tangkapan layar bernama Screenshoot yang memungkinkan seseorang “mencuri” unggahan dari teman atau orang lain tanpa diketahui.
Masih di 2018, pada bulan Mei, seperti halnya Filter, Snaps dan Stories, Facebook mengungkapkan mereka menduplikasi fitur Bitmoji yang digunakan pada Snapchat. Selanjutnya November 2021, Instagram menyalin Snapchat dengan meluncurkan fitur yang disebut Rage Shake, sangat mirip dengan Shake to Report di Snapchat.
Editor: Aspian Nur