Ini adalah pertama kalinya undang-undang sweeping digunakan terhadap perusahaan teknologi asing.
Jaksa di pengadilan Moskow menyimpulkan, Meta sengaja mengizinkan ujaran kebencian terhadap Rusia, yang menciptakan realitas alternatif dimana setiap posisi pro-Rusia ditekan dan kebencian dihasut.
Menurut kantor pers negara Rusia, pengacara Meta berpendapat itu bukan organisasi ekstremis dan menentang Russophobia.
Berbeda dengan Facebook dan Instagram, WhatsApp yang juga dimiliki Meta berhasil lolos dari pemblokiran.
Dengan perkiraan 67 juta pengguna tahun lalu, beberapa ahli mengatakan kepada Wired bahwa mereka pikir WhatsApp terhindar untuk mencegah protes diantara orang Rusia.
Sebagai perbandingan, peneliti Insider Intelligence memperkirakan Facebook hanya memiliki 7,5 juta pengguna di negara tersebut sementara pengguna Instagram ternyata jauh lebih tinggi, yaitu 80 juta. "Keputusan itu tidak berlaku untuk aktivitas WhatsApp messenger Meta, karena tidak berfungsi untuk penyebaran informasi kepada publik," sebut pengadilan setempat dilansir dari laman Thesun.co.uk Minggu (27/3/2022) hari ini.
Data terbaru menunjukkan saingan WhatsApp yaitu Telegram telah mengambil alih aplikasi itu sebagai aplikasi perpesanan paling populer di Rusia.
Terlepas dari larangan Facebook dan Instagram, pengadilan Moskow mengatakan siapa pun di Rusia yang ketahuan mengaksesnya tidak akan dituntut oleh pihak pengadilan.
Editor: Aspian Nur