Bekerjasama dengan perusahaan mobil terbang SkyDrive, Suzuki siap mengembangkan pesawat listrik berbentuk mobil yang bisa lepas landas dan mendarat secara vertikal. Kemungkinan rencana untuk meluncurkan mobil sebagai bagian dari layanan taksi terbang ini akan hadir di Osaka tiga tahun mendatang.
“Bagi Suzuki, kemitraan ini akan menambah “mobil terbang” sebagai bisnis mobilitas keempat, selain mobil, sepeda motor dan motor tempel,” ujar Suzuki dilansir dari laman NikkeiAsia.com Rabu (23/3/2022) hari ini.
SkyDrive saat ini terlibat dalam pengembangan mobil terbang bertenaga listrik dua tempat duduk dan akan diproduksi dalam jumlah banyak
Skydrive yang juga mengembangkan drone kargo, bertujuan untuk meluncurkan layanan mobil terbang di Osaka tahun 2025 mendatang ketika Jepang menjadi tuan rumah World Expo.
Dalam pernyataan bersama mereka, kedua perusahaan mengatakan mereka juga akan bekerja untuk membuka pasar baru dengan fokus awal di India, dimana Suzuki memiliki sekitar setengah pangsa pasar mobil di negara tersebut.
Sebelumnya Skydrive sudah melakukan uji terbang yang sukses dari mobil terbang dengan pilot uji pada tahun 2020 lalu. Dalam sebuah video, mobil SkyDrive melayang di udara dengan penumpang di dalamnya selama empat menit.
“Dari lebih 100 proyek mobil terbang di dunia, hanya segelintir yang berhasil dengan satu orang di dalamnya. Saya berharap banyak orang yang ingin mengendarainya dan merasa aman,” kata Tomohiro Fukuzawa kepala SkyDrive.
Suzuki dan Skydrive akan menghadapi persaingan ketat dari sejumlah nama besar, masing-masing dengan visinya sendiri yang terinspirasi fiksi ilmiah untuk menciptakan bentuk baru transportasi perkotaan yang merupakan persilangan antara mobil listrik tanpa pengemudi dan short-hop, lepas landas vertikal.
Pesaing mereka itu antara lain Airbus yang memiliki Kitty Hawk. Airbus didukung pendiri Google Larry Page, ada juga Uber yang bekerjasama dengan mitra dalam strategi taksi terbangnya sendiri.
Larry Page, CEO perusahaan induk Google Alphabet, telah menggelontorkan jutaan dolar ke perusahaan rintisan penerbangan Zee Aero dan Kitty Hawk, yang keduanya berusaha untuk menciptakan taksi terbang serba listrik.
Kitty Hawk diyakini sedang mengembangkan mobil terbang dan telah mengajukan lebih dari selusin pendaftaran pesawat yang berbeda ke Federal Aviation Administration, atau FAA.
Page, yang mendirikan Google bersama Sergey Brin pada tahun 1998, secara pribadi telah menginvestasikan $100 juta (£70 juta) ke dalam dua perusahaan, yang belum secara terbuka mengakui atau mendemonstrasikan teknologi mereka.
Airbus juga bekerja keras untuk membuat pesawat serba listrik, lepas landas dan mendarat vertikal, dengan prototipe Project Vahana terbaru, bermerek Alpha One, berhasil menyelesaikan uji terbang perdananya pada Februari 2018.
Airbus sebelumnya membagikan video konsep yang diproduksi dengan baik, menampilkan visinya untuk Project Vahana. Rekaman itu mengungkapkan sebuah pesawat terbang mandiri yang ramping yang menampung satu penumpang di bawah kanopi yang ditarik dengan cara yang mirip dengan pelindung helm sepeda motor.
Sementara AirSpaceX adalah perusahaan lain dengan ambisi untuk membawa komuter ke langit. Perusahaan rintisan yang berbasis di Detroit telah berjanji untuk mengerahkan 2.500 pesawat di 50 kota terbesar di Amerika Serikat pada tahun 2026 mendatang.
AirSpaceX meluncurkan prototipe terbarunya, Mobi-One, di North American International Auto Show pada awal 2018. Seperti saingan terdekatnya, pesawat listrik ini dirancang untuk membawa dua hingga empat penumpang dan mampu lepas landas dan mendarat secara vertikal.
AirSpaceX bahkan telah menyertakan konektivitas broadband untuk akses internet berkecepatan tinggi. Selain layanan penumpang dan kargo, AirSpaceX mengatakan pesawat itu juga dapat digunakan untuk evakuasi medis dan korban, serta Intelijen taktis, Pengawasan, dan Pengintaian (ISR).
Bahkan Uber sedang berupaya membuat layanan ride-hailing-nya mengudara. Dijuluki Uber Elevate, CEO Uber Dara Khosrowshahi secara tentatif membahas rencana perusahaan selama konferensi teknologi pada Januari 2018. "Saya pikir itu akan terjadi dalam 10 tahun ke depan," kata Dara.
Editor: Aspian Nur