Saat ini tiga negara diuji coba untuk memulai hal itu yaitu Chile, Kosta Rika, dan Peru, dimana pengguna Netflix di negara tersebut disuruh membayar ratusan hingga jutaan rupiah, di negara mana raksasa streaming itu digunakan.
Tidak jelas bagaimana Netflix akan mendeteksi dan menerapkan fitur baru tersebut, tetapi tahun lalu mereka mulai mengujinya dan mengingatkan pengguna, melarang mereka berbagi akun dengan orang-orang di luar rumah mereka.
Pengguna akun boleh membagi dengan siapa saja tapi harus membayar lebih dan hal itu dianggap tak melanggar aturan.
Netflix mengatakan mereka harus melakukan itu agar dapat terus berinvestasi dalam acara TV dan film baru yang harus dibayar dengan anggaran besar.
Hanya saja peraturan baru Netflix ini disambut pro kontra penggunanya. Pasalnya baru pekan lalu Netflix menaikan tagihan di Inggris hingga ratusan juta. Sementara pelanggan pada paket premium akan dikenakan biaya tambahan.
Sebagai kompensasi dari langkah baru ini, perusahaan mengumumkan pelanggan bisa mentransfer profil ke akun baru atau sub akun anggota tambahan.
Ini berarti mereka akan dapat membawa semua riwayat tontonan, acara favorit dan rekomendasi yang dipersonalisasi bersama mereka.
"Kami menyadari orang memiliki banyak pilihan hiburan, jadi kami ingin memastikan setiap fitur baru fleksibel dan berguna bagi anggota, yang langganannya mendanai semua TV dan film hebat kami," kata Chengyi Long, direktur inovasi produk Netflix dilansir dari Thesun.co.uk Jumat (18/3/2022) hari ini.
"Kami akan bekerja untuk memahami kegunaan dari dua fitur ini untuk anggota di tiga negara ini sebelum membuat perubahan di negara lain,” paparnya.
Editor: Aspian Nur