Tetapi meskipun hampir semua orang pernah mendengar tentang Bluetooth, hanya sedikit orang yang tahu cerita aneh di balik nama dan logonya.
Dilansir dari laman Thesun.co.uk Senin (14/3/2022) hari ini, ternyata Bluetooth mengambil nama seorang penguasa Nordik yang memerintah berabad-abad yang lalu yaitu King Harald Gormsson.
Raja Harald merupakan raja yang berhasil menyatukan negara Denmark dan Norwegia pada abad ke-10 dan mendapat julukan Bluetooth alias Si Gigi Biru setelah giginya rusak dan tak berfungsi terlihat berwarna biru tua dan abu-abu.
Logo Bluetooth adalah kombinasi dari inisial King Harald dalam alfabet Rune, sekumpulan huruf yang dahulu digunakan untuk menuliskan bahasa Jermanik, khususnya di Skandinavia dan Kepulauan Britania sebelum datangnya Kristen. Alphabet Runa yang digunakan adalah ᚼ (Hagall) dan ᛒ (Bjarkan).
Raja Harald hidup pada abad ke-10 dan jadi popular karena memperkenalkan agama Kristen ke Skandinavia, memerintah di Denmark, Jerman Utara, Swedia Selatan dan sebagian Norwegia.
Beberapa akun menunjukkan giri kebiruan membuatnya mendapatkan julukan Bluetooth padahal mungkin sebenarnya warna itu berasal dari warna kulitnya.
Bluetooth merupakan ejaan dari dua kata yaitu “Blaa” yang dalam Bahasa Denmark modern berarti biru tetapi pada bahasa jaman dulu berarti berkulit gelap.
Sementara kata selanjutnya adalah "Tan" yang berarti orang hebat, namun Bahasa Denmark modern mengubahkan menjadi kata gigi.
Karena itulah akhirnya untuk menghormati Raja Harald, ditahun 1990 dimana teknologi mulai maju nama Bluetooth pun mulai diperkenalkan.
Dengan Bluetooth memungkinkan informasi dan data dikirimkan dari satu gadget ke gadget lainnya dalam jarak dekat tanpa koneksi fisik juga bisa menghubungkan ponsel cerdas ke earphone dan perangkat nirkabel lainnya.
Awalnya, Bluetooth dimaksudkan untuk menjadi nama kode internal saat teknologi sedang dikembangkan, namun ketika opsi lain yang diajukan oleh tim pemasaran dianggap tidak masuk akal dan sulit dipatenkan saat akan dirilis, para insinyur memutuskan untuk membuat Bluetooth menjadi seperti saat ini.
Editor: Aspian Nur