Diketahui, Messenger tertaut ke akun Facebook dan menawarkan akses obrolan yang mudah ke teman dan keluarga. Namun menurut Zak Doffman, pakar siber dari Inggris mengklaim kurangnya enkripsi dan pelanggaran privasi di Mesengger membuat pengguna sebaiknya beralih ke aplikasi WhatsApp.
Doffman memperingatkan Messenger Rooms adalah "bagian dari mesin pemanen data Facebook", yang itu artinya data pribadi pengguna bisa disalahgunakan.
"Seperti bagian lain dari Facebook, kami mengumpulkan data dari room terlepas dari apakah Anda bergabung melalui salah satu aplikasi atau tanpa masuk ke akun," kata Doffman dilansir dari laman Thesun.co.uk Selasa (21/12/2021) hari ini. “Keluhan utamanya adalah semua komunikasi Messenger tidak dienkripsi secara default. Kurangnya enkripsi memungkinkan pengawasan massal dan memberi peretas akses yang lebih mudah ke pesan pribadi,” paparnya.
Enkripsi seharusnya mengacak pesan dan panggilan saat transit, sehingga hanya pengirim dan penerima yang dapat membacanya, hal mana yang dilakukan WhatsApp saat ini.
Tetapi Messenger tidak memiliki enkripsi default yang sama dengan aplikasi tersebut. "Sudah tiga tahun sejak Facebook berjanji enkripsi end to end datang ke Messenger secara default. Sejak itu, kami telah melihat Facebook memberi tahu pengguna betapa pentingnya keamanan,” imbuhnya.
Pihak Facebook sudah berulang kali berbicara tentang rencananya untuk meluncurkan enkripsi di semua platformnya – meskipun ada tekanan dari penegakan hukum dan organisasi keselamatan anak.
"Setiap hari miliaran orang mengirim pesan pribadi sebagai bagian penting dari kehidupan sehari-hari - untuk menghubungi keluarga dan teman, berbicara dengan guru anak mereka, dan bahkan berkomunikasi dengan dokter," kata Antigone Davis dari Facebook bulan lalu.
"Itulah mengapa aplikasi yang menggunakan enkripsi end to end di mana hanya pengirim dan penerima yang dapat mengakses konten pesan - diandalkan oleh sebagian besar orang Inggris untuk menjaga pesan pribadi mereka dan semua informasi pribadi agar aman dari peretas, penipu dan penjahat,” jelas Davis.
Salah satu keunggulan besar Facebook Messenger adalah kemampuannya untuk menyelenggarakan percakapan dengan 50 orang sekaligus. Tapi Doffman mengatakan ada alternatif yang lebih baik.
"Ketika WhatsApp memperluas panggilan video yang sepenuhnya aman hingga delapan peserta, itu adalah pencapaian besar," kata Doffman. "Sinyal sekarang telah meningkatkan standar itu secara signifikan, lima kali lipat dan lebih aman,” sebutnya lagi.
"Saran saya saat ini adalah agar anda menggunakan WhatsApp sebagai messenger harian. Kurangnya enkripsi memang memiliki kelebihan: lebih mudah bagi polisi untuk melacak penjahat menggunakan aplikasi yang tidak terenkripsi. Tetapi para ahli dunia maya sering memperingatkan resiko privasi kehilangan enkripsi terlalu besar,” tutupnya.
Editor: Aspian Nur