Adalah Koperasi Susu Sapi Arla di Inggris yang mengembangkan teknologi ini bekerjasama dengan Batterry GP, ahli baterai dan sudah mengklaim energi yang dihasilkan dari kotoran seekor sapi dapat memberi daya pada tiga rumah tangga selama setahun.
Karena itu sapi yang berjumlah sekitar 460 ekor setidaknya bisa mengisi 1,2 juta rumah di Inggris.
Memiliki sumber daya yang andal dan konsisten berupa kotoran sapi yang diproduksi koperasi tersebut lebih dari 1 juta ton per tahun setidaknya dapat memberikan peluang baru untuk menggerakkan peralatan elektronik di rumah bahkan transportasi.
Kotoran sapi diubah menjadi seperti bubur untuk jadi energi melalui proses yang disebut pencernaan anaerobik. “Ada begitu banyak potensi inovasi seperti pencernaan anaerobik untuk berkontribusi pada kebutuhan energi terbarukan Inggris sambil mengurangi emisi pertanian dengan sesuatu yang tersedia di pertanian kami yaitu kotoran sapi,” ujar petani Arla Neil Ridgway di lansir dari laman Thesun.co.uk Minggu (21/11/2021) hari ini.
“Di pertanian saya, kami sudah menggunakan energi yang dihasilkan dari bubur terbuat dari kotoran sapi untuk memberi daya pada seluruh perkebunan, tetapi itu bisa lebih jauh lagi untuk dikembangkan,”ujarnya.
“Kami bahkan dapat menggunakan produk sampingan dari proses tersebut sebagai pupuk alami di tanah kami untuk mengambil keuntungan,” imbuhnya.
Selama proses pencernaan anaerobik, bahan organik seperti kotoran hewan dipecah untuk menghasilkan biogas dan pupuk hayati.
Proses ini terjadi tanpa adanya oksigen dalam tangki tertutup dan bebas oksigen yang disebut digester anaerobik - produk akhirnya adalah biogas. Setelah biogas dibersihkan, dibawa ke unit Combined Heat and Power (CHP), di mana digunakan untuk menghasilkan energi terbarukan.
Produk akhirnya adalah pupuk alami yang kaya nutrisi, rendah emisi, yang dapat ditanam kembali di tanah untuk membantu menyuburkan tanah.
“Arla berkomitmen untuk pertanian berkelanjutan dan mengurangi emisi dari produksi pangan. Petani kami terus mengeksplorasi solusi inovatif dan mengikuti uji coba transportasi bertenaga kotoran kami tahun lalu, jelas kami baru saja menggores permukaan,” sebut Graham Wilkinson, Direktur Pertanian Arla.
“Peternakan Arla adalah rumah bagi sekitar 460.000 sapi yang menyediakan sumber bubur yang stabil dengan kata lain kotoran – yang dapat diubah menjadi tenaga yang berpotensi memberikan kontribusi yang cukup besar bagi kuota energi terbarukan Inggris. Sejumlah kecil pemilik petani kami sudah mengubah kotoran sapi menjadi energy, katanya.
“Jika pemerintah dan industri energi dapat melihat potensinya, peningkatan tenaga sapi dapat menjadi pengubah permainan untuk pasokan energi terbarukan Inggris sambil juga membantu mengurangi emisi dalam pertanian,” tutup Graham.
Editor: Aspian Nur