Mengutip situs Mashable, nasib Periscope menyusul aplikasi video sharing Vine yang lebih dahulu dihentikan Twitter selaku pemiliknya pada tiga tahun lalu. Twitter mengungkapkan alasan menutup Periscope karena terjadi penurunan pengguna dalam beberapa tahun terakhir dan biaya pendukung yang tinggi. Namun, dalam update terkini, aplikasi Periscope sudah tidak bisa membuat akun pengguna baru.
Setelah Periscope pamit dari dunia media sosial, Twitter akan terus menyediakan layanan video live streaming lewat fitur Live di aplikasi utamanya. Twitter kemudian mengintegrasikan kemampuan video live streaming dari Periscope ke aplikasi utamanya pada Desember 2016, sementara Periscope sendiri beroperasi sebagai layanan terpisah.
Sebelumnya, Twitter memperluas fiturnya dengan menambahkan notifikasi kepada pengguna yang menyukai atau like tweet misinformasi atau informasi salah. Label peringatan akan muncul jika pengguna akan melakukan retweet serta menyebarkan informasi yang salah.
Beberapa bulan lalu, media sosial berlogo burung biru itu memperkenalkan label yang berhubungan dengan virus corona. Label tersebut memiliki peringatan 'Informasi yang disengketakan atau menyesatkan'.
Twitter bahkan pernah memberikan label tweet Presiden AS Donald Trump yang menyebarkan informasi palsu, seperti mengenai lawan politiknya, mempertanyakan integritas penghitungan suara, surat suara diam-diam dibuang, sampai mengklaim kemenangan.
"Sangat penting memberikan label kepada berita palsu. Fitur Tweet Kutipan, 29 persen membantu Twitter mengurangi hoax. Jadi kami memperluasnya untuk ditampilkan saat pengguna menyukai tweet berlabel," demikian keterangan resmi Twitter. (*)
Editor: Aspian Nur
Berita ini sudah tayang di viva.co.id hari Rabu 17 Desember 2020 dengan judul Berita Duka Cita Datang dari Twitter