Infantino sebelumnya mengundang pimpinan kedua federasi tersebut untuk berbicara ditengah konflik yang sedang berlangsung dengan masing-masing berpidato di hadapan para delegasi selama beberapa menit.
Setelah Wakil Presiden Asosiasi Sepak Bola Israel Basim Sheikh Suliman selesai berpidato sebagai pembicara kedua, Infantino meminta agar ia tetap berada di atas panggung. Presiden FIFA kemudian meminta Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina Jibril Rajoub untuk kembali ke panggung.
Rajoub berhenti sejenak saat kembali ke panggung dan kemudian terlihat terlibat dalam perbincangan yang cukup seru dengan Infantino sambil menunjuk ke arah Suliman.
Para delegasi terus menyaksikan saat Rajoub menolak ajakan Infantino untuk berjabat tangan, yang membuat Presiden FIFA itu pun berbicara kepada keduanya. “Presiden Rajoub, Wakil Presiden Suliman, mari kita bekerja sama untuk memberikan harapan kepada anak-anak. Mari bekerja sama untuk itu; sebentar lagi akan ada turnamen U-15 yang indah, dimana kita akan mengundang seluruh 211 negara untuk berpartisipasi, semua anak-anak di dunia,” ucap Infantino melansir dari laman dailymail.co.uk Sabtu (2/5/2026) hari ini.
Infantino pun mencoba mengatur jabat tangan, tetapi Rajoub terdengar berteriak kepada para anggota, “tolong, tolong, tolong, kami sedang menderita”. Rajoub kemudian memeluk Infantino, mencium pipinya sebelum turun dari panggung.
Suliman mengikuti dengan memeluk Infantino, sebelum presiden FIFA itu kembali ke kursinya. “Ini adalah masalah yang sangat rumit, tetapi kami tidak pernah menyerah pada tantangan apa pun dan kami akan terus melakukannya karena semua anak-anak dari Palestina dan Israel berhak mendapatkan harapan yang sama di masa depan,” kata Infantino, yang juga berjanji akan mengunjungi kedua negara tersebut ketika kondisinya memungkinkan.
Rajoub sendiri memanfaatkan pidatonya dihadapan kongres untuk menuduh Israel telah melanggar peraturan anti-diskriminasi dengan mengizinkan klub-klub bermarkas di pemukiman-pemukiman di Tepi Barat.
Ketua PFA tersebut menegaskan mereka telah mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga, setelah FIFA memutuskan bulan lalu untuk tidak menjatuhkan sanksi skorsing kepada Israel terkait klub-klub di Tepi Barat. FIFA mengutip status hukum Tepi Barat yang belum terselesaikan dan kompleks.
Suliman, yang merupakan warga Arab-Israel, tidak menanggapi tuduhan Rajoub dalam jawabannya, tetapi mengklaim Asosiasi Sepak Bola Israel telah mendukung keberadaan Asosiasi Sepak Bola Palestina.
Organisasi tersebut mengulurkan tangan kepada Asosiasi Sepak Bola Palestina, sebuah pernyataan yang mendahului upaya jabat tangan Infantino.
Rajoub kemudian mengonfirmasi ia menolak berjabat tangan dengan Suliman, sambil mengatakan kepada wartawan Infantino sudah benar mencoba membangun jembatan namun menyarankan presiden FIFA tidak mengetahui penderitaan mendalam rakyat Palestina.
Editor: Aspian Nur