Pada satu momen, Morante berusaha mengendalikan hewan tersebut dengan jubahnya, tetapi kehilangan keseimbangan. Banteng itu menyerang dan menabraknya di area yang sangat sensitif tepat dibawah bokong kiri. Tim medis segera membawa petarung yang terluka itu ke ruang perawatan arena untuk menjalani operasi segera.
Para dokter dilaporkan kemudian menjelaskan luka tersebut berupa luka sepanjang 10 cm yang memengaruhi otot sfingter anus dan menembus rektum hingga kedalaman 1,5 cm. Para ahli bedah melakukan pembersihan luka dan perbaikan dinding rektum serta memasang selang drainase.
Borja Jiménez mengambil alih penanganan banteng tersebut sementara kekhawatiran menyebar di antara penonton di luar arena. Laporan awal menunjukkan prognosisnya masih belum pasti, meskipun tidak langsung mengancam nyawa.
Morante de la Puebla sendiri dikenal sebagai Raja para Matador dan insiden yang dialaminya menimbulkan gelombang kekhawatiran di kalangan komunitas adu banteng, dimana kembalinya Morante ke arena baru-baru ini telah disambut dengan campuran antusiasme dan kekhawatiran.
Kini, kekhawatiran semakin meningkat tidak hanya terkait pemulihannya, tetapi juga masa depan musim ini sendiri, mengingat sang matador dianggap sebagai tokoh sentral dalam kebangkitan olahraga ini saat ini.
Para ahli medis memperingatkan meskipun kerusakan ototnya parah, bahaya terbesar terletak pada risiko infeksi yang tinggi suatu komplikasi yang berpotensi mengancam nyawa Morante mengingat sifat dan lokasi luka tersebut.
Editor: Aspian Nur