Akibat kejadian itu, dua pelatihnya, Sina Ghami dan Latief Ayodele meninggal dunia. Joshua, yang duduk di kursi belakang, masih selamat tanpa cedera berarti dan langsung dilarikan ke rumah sakit dan saat ini kondisinya sudah membaik, keluar rumah sakit dua hari setelah dirawat.
Polisi setempat mengatakan kepada BBC si sopir yaitu Adeniyi Mobolaji Kayode yang berusia 46 tahun , menghadapi dakwaan resmi atas tuduhan menyebabkan kematian melalui mengemudi yang berbahaya, sembrono dan lalai, mengemudi tanpa memperhatikan keselamatan dan mengemudi tanpa SIM yang sah.
Menurut laman Daily Mail, sumber pengadilan mengkonfirmasi Kayode membantah tuduhan tersebut dan mengklaim rem kendaraan mengalami kerusakan. Pengadilan Sagamu mengabulkan jaminan terdakwa berupa uang dan Adeniyi ditahan hingga memenuhi syarat yang ditetapkan.
Rekonstruksi kecelakaan tersebut mengungkap detail yang sebelumnya tidak diketahui. Perjalanan dimulai di Lagos, ketika Joshua duduk dikursi penumpang dibagian depan, tetapi jarak pandang yang berkurang membuat Adeniyi memintanya untuk pindah ke belakang sementara Latif Ayodele pindah ke kursi depan, seperti yang dijelaskan oleh pengacara pengemudi, Olalekan Abiodun.
“Klien saya mengaku tidak bersalah, dan apa yang terjadi adalah kecelakaan. Saya belum sempat berbicara dengannya, tetapi saya tahu dia mengatakan remnya blong. Saya juga mengerti perjalanan dimulai di Lagos dan Anthony awalnya duduk di kursi depan, tetapi pengemudi memintanya untuk pindah tempat duduk ,” kata pengacara itu kepada media Inggris.
“Selain itu, pertukaran tempat duduk terjadi karena Anthony adalah pria bertubuh besar dan pengemudi tidak dapat melihat kaca spion dengan jelas, jadi dia memintanya untuk duduk di belakang ,” tambah pengacara itu.
Anthony dan si sopir yang keduanya duduk disisi kiri mobil, selamat dari kecelakaan brutal tersebut sementara Ayodele maupun Ghami duduk disisi mobil tempat Joshua semula berada
Kecelakaan yang terjadi di Jalan Tol Lagos-Ibadan yang ramai itu terjadi ketika mobil SUV Lexus yang ditumpangi Joshua menabrak truk yang sedang parkir.
Petinju berusia 36 tahun itu dirawat di rumah sakit karena luka-lukanya dan dipulangkan dua hari kemudian. Pejabat setempat mengatakan petinju itu "sangat sedih" atas kehilangan teman-temannya dan setelah meninggalkan rumah sakit, pergi untuk mengucapkan selamat tinggal kepada mereka di rumah duka .
Hubungan antara petinju Inggris itu dan Nigeria sangat erat: Joshua lahir di Watford, tetapi memiliki akar keluarga di Sagamu, beberapa kilometer dari lokasi kecelakaan dan sedang dalam perjalanan untuk mengunjungi kerabatnya untuk perayaan Tahun Baru.
Kecelakaan itu terjadi hanya beberapa menit sebelum mereka sampai di tujuan. “Jika truk itu tidak diparkir secara ilegal di sana, ini tidak akan terjadi,” kata Ifeoluwa Adeniyi, putra dari Adeniyi. Dalam kecelakaan itu, pengemudi mencoba bermanuver dengan truk pikapnya untuk menghindari kendaraan besar yang berhenti di jalan, tetapi akhirnya bertabrakan dengannya.
“Keluarga sangat sedih atas apa yang terjadi dan kami menyesali kematian kedua orang tersebut. Ayah bukan pengemudi yang ngebut, dia mengikuti batas kecepatan dan remnya blong. Dia mengatakan dia menekan pedal tetapi tidak merespons,” tambah Ifeoluwa Adeniyi.
Joshua baru saja tiba di Nigeria setelah mengalahkan Jake Paul pada 19 Desember. Setelah mengetahui kecelakaan itu, YouTuber tersebut memposting pesan di jejaring sosial X (sebelumnya Twitter): “Hidup jauh lebih penting daripada tinju. Saya berdoa untuk nyawa yang hilang, untuk AJ, dan untuk semua orang yang terkena dampak kecelakaan yang tidak menguntungkan hari ini,” tulis Jake.
Editor: Aspian Nur