Detail sarung tangan putih yang dipakai sang pelatih untuk membawa trofi tak luput dari perhatian dan menambah kesan misterius pada suasana drawing.
Pria berusia 47 tahun itu menangani trofi tersebut dengan sangat hati-hati, layaknya seorang ahli bedah yang sedang melakukan operasi.
Teori yang beredar tentang sarung tangan tersebut adalah penggunaannya merupakan praktik umum saat membawa Piala dan dalam situasi yang tidak berkaitan langsung dengan kompetisi itu sendiri, untuk mencegah noda tertinggal di atasnya. Tingkat perawatan tentu saja, tidak seketat saat penyerahan trofi resmi setelah final. Setelah itu, Argentina membawa pulang replikanya, yang kemudian disimpan di lemari trofi AFA.
"Mereka tidak mengizinkan saya menyentuh trofi tanpa sarung tangan," ungkap Scaloni mengenai sarung tangan yang digunakannya
Namun momen selain memicu meme di media sosial, juga memicu perbandingan. Didier Deschamps, pelatih yang membawa Prancis meraih kemenangan di Rusia 2018, berjalan ke panggung tanpa sarung tangan pada pengundian Piala Dunia 2022.
Setelah menjalankan tugas resminya, Scaloni bertemu dengan staf pelatihnya untuk menyaksikan pengundian babak penyisihan grup. Ia didampingi oleh Pablo Aimar , Matías Manna serta pelatih kebugaran Luis Martín dan Juan Tamone , sementara Roberto Ayala sudah berada di New York setelah berpartisipasi dalam acara yang diselenggarakan oleh Asosiasi Sepak Bola Argentina.
Dalam percakapan dengan pembawa acara Heidi Klum, Scaloni mengingat momen dirinya membawa Tim Tango juara. “Saya mengingatnya sebagai final yang tak terlupakan, dimana begitu banyak hal terjadi dan tim kami terlepas dari kesulitannya tetap percaya dan tidak pernah berpikir itu akan berakhir buruk. Itulah yang akan kami coba lakukan di Piala Dunia 2026 nanti, terus bersaing dan pantang menyerah,” tegas Scaloni.
Editor: Aspian Nur