Apa yang awalnya tampak ditakdirkan menjadi tontonan spektakuler di tribun Johan Cruyff Arena yang megah berakhir dengan pembatalan pertandingan saat Ajax menjamu dan Groningen pada pekan ke-14 Eredivisie.
Pembatalan pertandingan menandai malam yang menegangkan di Amsterdam, di mana keselamatan pemain dan penonton sangat terancam oleh penggunaan kembang api dan suar secara besar-besaran.
Insiden dimulai hanya lima menit setelah babak pertama dimulai ketika asap tebal dan api muncul di Tribun Selatan stadion, memaksa wasit Bas Nijhuis untuk menghentikan pertandingan.
Setelah jeda sekitar 45 menit, pertandingan sempat dilanjutkan tetapi letusan kembang api yang lebih banyak memaksa pertandingan dihentikan untuk kedua kali sekaligus yang terakhir.
"Sekelompok suporter Ajax membuat pertunjukan kembang api sebagai penghormatan kepada Paddy, seorang suporter Ultras yang meninggal bulan lalu," kata pihak berwenang. “Tetapi skala tontonan dan jarak pandang yang buruk di area stadion yang terdampak membuat pertandingan tidak dapat dilanjutkan,” ungkap mereka.
Ajax melalui kanal media sosial resmi mengecam insiden tersebut dalam sebuah pernyataan yang menyebutnya sebagai sesuatu yang benar-benar keterlaluan dan meminta maaf kepada mereka yang terdampak. "Keselamatan penonton dan pemain telah dikompromikan. Ini tidak dapat diterima. Kami dengan tegas menjauhkan diri dari pelanggaran ini. Kembang api tidak boleh ada di stadion," ujar mereka.
Klub merinci langkah-langkah pencegahan yang diambil sebelum pertandingan, termasuk pemeriksaan ketat terhadap penonton di area terdampak dan penggunaan anjing untuk mendeteksi kembang api baik di dalam stadion sebelum dibuka maupun saat memasuki stadion . "Langkah-langkah pencegahan lainnya telah diterapkan. Meskipun demikian, kami tidak dapat menghindari situasi ini ," demikian pernyataan klub Senin (1/12/2025) hari ini.
Dalam pesannya, lembaga tersebut juga mengumumkan mereka akan meninjau rekaman keamanan untuk mengidentifikasi mereka yang bertanggung jawab dan jika berhasil aka nada tindakan diambil.
Federasi Sepak Bola Belanda mengumumkan pertandingan tersebut ditangguhkan secara definitif karena ketidakmungkinan menjamin keselamatan para pemain dan staf didalam dan diluar lapangan.
"Pertandingan Ajax-Groningen ditunda. Keselamatan para pemain dan mereka yang bekerja di dalam dan di luar lapangan tidak dapat dijamin. Kami sepenuhnya memahami kekecewaan sebagian besar penggemar Ajax yang berniat baik dan para pendukung Groningen yang berkunjung," demikian pernyataan badan sepak bola nasional tersebut.
Organisasi tersebut juga memperingatkan konsekuensi bagi mereka yang terlibat dalam tindakan tersebut: " Siapa pun yang menyalakan kembang api akan dikenakan denda sebesar €450 (setara dengan Rp8,7 Juta) dan larangan masuk stadion selama 18 hingga 60 bulan," tegas mereka.
Editor: Aspian Nur