Pengumuman ini disampaikan di Museum Pelé di Santos, Brasil, dimana dijelaskan secara rinci transaksi yang dikelola oleh perusahaan ayah Neymar Jr tersebut telah ditutup dengan nilai mendekati USD 18 Juta, menurut angka yang dilaporkan oleh media local, setara dengan Rp300 Miliar.
Dalam proses akuisisi di museum tersebut, Neymar Santos Sr menyampaikan pentingnya transaksi ini bagi keluarganya dan bagi negara.
“Kami bangga mencapai tonggak sejarah ini. Saya yakin ini adalah merek yang sangat kuat. Kami ingin memperkuat identitasnya dan membawanya ke masa kini,” ujar Santos melansir dari laman infobae.com Kamis (27/11/2025) hari ini.
Pengusaha tersebut menekankan nilai simbolis dari pengembalian merek ke kepemilikan Brasil. “Mengembalikan merek ke Brasil berarti mengembalikan sebagian dari identitas kami sendiri,” tegasnya
Flavia Christina Kurtz Nascimento, putri Pelé hadir dalam acara tersebut dan berbagi keharuan. “Tak ada kata yang dapat menggambarkan rasa haru atas pemulihan sebuah merek yang merupakan jiwa, kemanusiaan dan cinta. Sungguh tak ternilai. Sebagai putrinya, saya merasa terhormat dan Bahagia,” kata Flavia.
NR Sports sendiri menggambarkan akuisisi ini sebagai repatriasi atau pengembalian dari satu diantara simbol terhebat dalam sejarah olahraga dunia dan menekankan hal ini merupakan langkah tegas menuju pelestarian, perluasan dan pengayaan warisan almarhum berjuluk Raja Sepak Bola tersebut.
Kesepakatan ini mencakup kendali penuh atas semua hak terkait nama, citra, koleksi bersejarah dan penggunaan komersial terkait Pelé .
Perjanjian ini mencakup manajemen global, lisensi dan perlindungan merek, serta eksploitasi citra ikonis dan tanda tangan pesepakbola tersebut. Diantara rencana jangka pendeknya, NR Sports mengantisipasi pengembangan strategi aktivasi digital baru, pembuatan platform dan penjajakan peluang lisensi produk di seluruh dunia.
Kemitraan diharapkan terjalin dengan Santos, klub pertama Pelé dan tempat Neymar Jr saat ini bermain dan dengan tim nasional Brasil , dengan tujuan memperluas pengaruh merek di bidang olahraga dan budaya.
Sejarah merek Pelé mencerminkan nilai simbolis dan komersialnya. Setelah dijual pertama kali pada tahun 2005 kepada perusahaan Brasil Prime, merek tersebut beralih ke tangan agensi Amerika Sport 10 milik Paul Kemsley dari Inggris pada tahun 2012.
Selama lebih dari satu dekade, manajemen asing membatasi eksploitasi citra Pelé, terutama berfokus pada penampilan dan bisnis sesekali seperti sebuah toko di Times Square, New York, Amerika Serikat.
Kembalinya merek tersebut ke Brasil dianggap sebagai tindakan untuk merebut kembali identitas nasional dan kesempatan untuk merevitalisasi kehadiran globalnya.
Nilai merek Pelé, meskipun dapat diukur dari segi lisensi dan kehadiran digital, akun Instagram sang idola memiliki 17,7 Juta pengikut dan pertumbuhan bulanan yang berkelanjutan, dianggap sebagai aset budaya global yang dampaknya melampaui angka belaka.
Pelé dan Neymar sama-sama produk akademi muda Santos dan bintang tim nasional Brasil. Mantan striker tersebut memenangkan tiga Piala Dunia, sementara Neymar yang berusia 33 tahun sedang berjuang melawan keterbatasan fisik untuk mencoba dan menjadi bugar untuk Piala Dunia 2026. Neymar mengalami robekan meniskus di lutut kirinya, yang akan membuatnya absen hingga tahun depan, sama seperti Santos yang berjuang untuk menghindari degradasi dari Brasileirão.
Editor: Aspian Nur