Namun, Kiki, sapaan akrab Kylian Mbappe, menyoroti pentingnya Lionel Messi, yang pernah bermain bersamanya di Paris Saint-Germain (PSG) bagi kariernya.
Dalam percakapan panjang lebar dengan Jorge Valdano di kanal Youtube, sang penyerang mengulas kariernya, mimpi-mimpinya, dan tokoh-tokoh yang telah memengaruhi kisahnya, mencakup segala hal mulai dari pengalamannya di final Piala Dunia 2022 di Qatar hingga kekagumannya terhadap La Pulga Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo, kapten Portugal yang bersejarah tersebut.
Melansir dari saluran Movistar+ Senin (13/10/2025) hari ini, Mbappé mengaku berfokus pada hubungannya dengan Messi di PSG, baik dalam sepak bola maupun pribadi. “Messi datang dan menjadi orang yang sepenuhnya normal, menghormati semua orang; dia sangat normal di ruang Ganti. Dia menghormati semua orang dan sebagai pemain dia unik. Saya begitu dekat dengannya karena telah banyak membantu saya untuk lebih memahami permainan,” tegas pemainb erusia 26 tahun itu.
“Merupakan keberuntungan bagi saya untuk bermain dengan Leo Messi. Saya tidak berpikir saya akan bermain dengannya dalam karier saya karena impian saya adalah pergi ke Real Madrid, saya tidak pernah berpikir untuk pergi ke Barcelona, tidak satu hari pun dalam hidup saya. Saya tahu saya akan memiliki kesempatan untuk bermain melawannya, bukan dengannya. Bermain dengannya sangat istimewa. Saya telah belajar banyak darinya. Saya hanya bisa mengucapkan terima kasih. Itu adalah dua tahun yang sangat kaya dan kesempatan emas untuk memiliki pemain Istimewa,” papar pemain bernomor punggun 10 itu.
Patut diingat selama Kiki dan Messi bersama di PSG antara Agustus 2021 dan Juni 2023, keduanya memainkan 67 pertandingan, memenangkan dua gelar Ligue 1 dan satu Coupe de France. Messi mencetak 14 gol dari assist Mbappé, sementara pada gilirannya Messi memberikan 20 assist untuk Kiki. Meskipun membentuk lini serang yang mematikan bersama Ángel Di María dan Neymar Júnior , tim asuhan Mauricio Pochettino gagal memenangkan Liga Champions UEFA.
Meskipun mengagumi Messi, Kiki mengidentifikasi Cristiano Ronaldo sebagai panutan utamanya, sesuatu yang berulang kali ia sebutkan sepanjang kariernya.
"Cristiano selalu menjadi panutan, contoh bagi saya. Saya beruntung bisa berbicara dengannya, mendapat nasihat darinya. Dia telah membantu saya. Di Real Madrid, Cristiano adalah nomor satu, panutan. Dia telah melakukan banyak hal. Orang-orang, bahkan sekarang, memimpikan Cristiano, tentang semua hal yang telah dia lakukan. Tapi saya ingin mengikuti jalan saya sendiri. Saya harap orang-orang juga memimpikan saya. Semoga ini menjadi momen bersejarah bagi saya dan Real Madrid," kata sang penyerang tentang El Bicho.
Di sisi lain, Mbappé mengenang final Piala Dunia 2022 yang bersejarah di Qatar, di mana Argentina, yang dipimpin Messi, mengalahkan Les Blues melalui adu penalti.
“Itu adalah pertandingan gila yang memang pantas dimenangkan Argentina karena mereka bermain lebih baik sepanjang pertandingan. Kami sempat unggul, tetapi jika dilihat secara keseluruhan, itu memang pantas. Memang menyedihkan, tetapi jangan dilupakan, karena 2026 sudah dekat dan kami tidak ingin berakhir dengan kesedihan lagi, ” jelas Kiki.
Refleksi ini menjadi dorongan baginya untuk menatap masa depan bersama tim nasional Perancis, di mana tujuannya jelas: “Saya berharap memenangkan Piala Dunia 2026. Merupakan mimpi untuk mengangkat Piala Dunia lagi. Saya cukup beruntung untuk melakukannya sekali dan mencapai final di lain waktu. Kekalahan sangat menyakitkan, terutama di final; tetapi saya berharap, seperti kata pepatah, tidak ada yang namanya dua tanpa tiga. Jadi saya ingin mencapai final ketiga dan kali ini, menang, ” papar pemain berdarah Kamerun itu.
Pada saat yang sama, Kiki ditanya tentang kemunculan Lamine Yamal , talenta muda dari tim nasional Spanyol yang bersinar di Barcelona. “Anda bisa lihat dia punya gairah untuk sepak bola dan itu satu-satunya hal yang tidak boleh dia hilangkan. Orang-orang banyak berbicara tentang kehidupan pribadinya dan saya pikir dia harus membiarkannya saja. Kita harus menerima dalam sepak bola dia adalah pemain hebat, tetapi dalam kehidupan dia adalah anak berusia 18 tahun. Pada usia itu, kita semua membuat kesalahan. Kita seharusnya hanya melihat apa yang dia lakukan di lapangan; sisanya tidak terlalu penting, selama itu tidak serius. Dia adalah pemain dengan bakat hebat, dan saya mendoakan yang terbaik untuknya. Semoga dia menjalani jalan yang ingin dia ikuti,” ungkap Kiki.
Kylian Mbappé telah mencetak 14 gol dan dua assist dalam 10 pertandingan musim ini. Hal ini memungkinkan Real Madrid untuk tetap berada di puncak klasemen Liga Spanyol dengan 21 poin, unggul dua poin dari Barcelona. Mereka juga mempertahankan rekor sempurna di Liga Champions UEFA dengan dua kemenangan: 2-1 melawan Olympique de Marseille dan 0-5 melawan Kairat Almaty.
Editor: Aspian Nur