Perjalanan dimulai seperti biasa di bandara keberangkatan. Harapan tertuju pada debut resmi skuad di turnamen terpenting di benua ini di Stadion Jan Breydel. Namun, begitu skuad Monaco naik ke pesawat jelang take off, mereka menyadari suhu kabin mulai naik drastis akibat masalah teknis tak terduga pada pendingin udara.
Suasana di dalam pesawat terasa pengap. Suhu tinggi memaksa para pemain Monaco, termasuk mantan pemain Barcelona, Ansu Fati, untuk melepas seragam resmi mereka. Beberapa anggota skuad dibiarkan hanya mengenakan pakaian dalam, seperti yang terlihat dalam foto-foto yang diunggah di media sosial. Beberapa diantara mereka akhirnya keluar pesawat, bertemu fans yang mengiringi keberangkatan itu.
Klub dan staf pelatih memutuskan untuk membatalkan penerbangan dan kembali ke terminal bandara karena mustahil untuk bepergian dengan aman. Keputusan itu diambil setelah beberapa menit menunggu di pesawat, di tengah suasana yang penuh keraguan. Pelatih tim, Adi Hütter, menjelaskan posisi mereka.
"Karena alasan teknis, mustahil untuk bepergian, karena keselamatan semua orang tidak dapat dijamin," sang pelatih menjelaskan melansir dari laman L’euipe.
"Saya belum pernah mengalami hal seperti ini, tetapi ada keadaan yang tidak dapat dikendalikan. Bagi kami, itu agak tidak biasa dan tidak begitu nyaman. Namun, kami profesional dan kami mempersiapkan pertandingan seperti biasa," imbuhnya.
Serangkaian gambar yang diunggah dengan cepat menjadi viral dan tersebar di internet. Beberapa pemain bertelanjang dada, yang lain hanya mengenakan pakaian dalam dan adegan ini sangat kontras dengan perjalanan tim-tim papan atas pada umumnya, dimana privasi dan lingkungan yang terkendali biasanya menjadi norma.
Menghadapi kejadian tak terduga dan memprioritaskan kesehatan, AS Monaco memutuskan untuk mengubah jadwal perjalanannya.
"Sayangnya, kami tidak dapat bepergian hari ini (Rabu, 17 September). Saya tidak tahu apakah kemunduran ini akan berdampak, karena kami profesional dan kami segera mengubah jadwal kami," komentar Adi Hütter. "Kami akan berangkat ke Bruges besok, yang merupakan solusi terbaik," imbuhnya.
Di tengah kekacauan yang terjadi, klub menyesuaikan logistiknya untuk memenuhi kebutuhan pertandingan sebesar ini. Konferensi pers pra-pertandingan, yang dijadwalkan berlangsung di kota Belgia, segera dipindahkan ke pusat latihan tim. Disana, pelatih menegaskan kembali pentingnya memprioritaskan keselamatan dan menjelaskan bahwa persiapan pertandingan tetap dalam parameter normal, meskipun jadwalnya berubah.
Kenyataanya, saat bertanding di Belgia, AS Monaco akhirnya harus mengalami kekalahan telak. Gol pemain anyar mereka Ansu Fati pada injury time hanya jadi hiburan karena sebelumnya Club Brugge sudah mencetak empat gol masing-masing lewat Nicolo Tresoldi, Raphael Onyedika, Hans Vanaken dan Mamadou Diakhon, menempatkan tuan rumah diposisi tiga klasemen sementara sang lawan berada diurutan ke-34.
Editor: Aspian Nur