Pada babak ketiga lari halang rintang 3.000 meter diwarnai banyak insiden. Awalnya pelari Spanyol Dani Arce yang terjatuh melewati rintangan di lintasan lurus dan mengalami cedera lutut kiri.
Carlos San Martín, pelari dari Kolombia menyusul dengna mengalami cedera karena terbentur gawang haling rintang dengan pelari Belgia Tim Van de Velde ada dibelakangnya.
Kedua pelari ini berada diposisi belakang disepanjang lomba dan pada akhirnya menyelesaikan lomba dengan bergandengan tangan dalam sebuah foto unik yang menjadi viral di semua platform media.
Tanpa peluang untuk bersaing memperebutkan tempat di final, Van de Velde berada di posisi kedua dari belakang ketika ia bersiap melompati rintangan terakhir sebelum garis finis. Dibelakangnya, San Martín bahkan tidak mencoba melompatinya, melainkan berhenti dan perlahan-lahan melewati gawang halang rintang tersebut karena cedera yang dialami.
Melihat momen itu, Van de Velde yang sudah melewati pelari dari zona Amerika Selatan itu tidak ragu untuk berbalik arah, menggandeng tangan San Martin dan sebagai tanggapan San Martin langsung bersandar pada Velde dengan posisi keduanya tetap berlari menuju garis finish.
"Terima kasih, dukungan Anda menunjukkan semangat olahraga yang sesungguhnya ," tulis Carlos San Martín dalam story Instagram resminya tentang momen spesial ini di Stadion Olimpiade Tokyo itu.
San Martin sendiri finis diposisi kedua dari belakang dengan catatan waktu 9:02.20 , Velde, pelari berusia 25 tahun itu melewati garis finis dengan catatan waktu 9:02.21, catatan waktu terburuk di antara tiga sesi kualifikasi.
"Salah satu gestur paling berkesan dan mengharukan dari Kejuaraan Atletik Dunia ini ," tulis majalah khusus Runner's World . Claro Sports juga menggambarkannya sebagai " contoh solidaritas olahraga ," dan surat kabar The Sun menyebutnya sebagai " momen mengharukan ."
Pada akhirnya San Martin yang berusia 31 tahun terpaksa naik kursi roda karena kelelahan yang dialaminya selama lari 3.000 meter dan tidak dapat maju ke babak kualifikasi berikutnya. San Martin berstatus juara Amerika Selatan tiga kali dan peraih medali perak di Pan American Games, diantara prestasi lainnya, menurut World Athletics di situs web resminya.
Van de Velde juga gagal lolos dan sejauh ini prestasi utamanya termasuk menjadi juara nasional dua kali di Belgia, selain menjadi juara Eropa U-18 dan berada di antara delapan besar di Kejuaraan Dunia U-20.
Editor: Aspian Nur