Dialah Bronson Hearn-Smith, remaja berusia 15 tahun yang merupakan sensasi sejati di media sosial. Bronson menjadi viral pada 4 Juli 2025 lalu. Medali emasnya dari kejuaraan sekolah di wilayah Inggris, Colchester, tersebar disemua platform media dan telah ditonton lebih dari 5.300.000 kali di akun Instagram dan TikTok resminya bahkan diunggah ulang oleh semua orang di profil pribadi mereka.
Surat kabar The Guardian menggambarkannya sebagai sosok yang berkulit pucat, bertubuh ramping dan berkacamata ala Clark Kent, karakteristik yang menarik perhatian publik.
Gaya larinya juga tak luput dari perhatian, karena ia menunjukkan kemahiran tinggi dalam menyelesaikan lomba. Hal ini berkat langkahnya yang panjang, yang memungkinkannya finis jauh di depan para pesaing langsungnya, seperti yang terlihat dalam video viral yang mana remaja itu finis diposisi terdepan dengan catatan waktu 10,68 detik
Setelah dampak ini, video-video berikutnya ditonton lebih dari dua juta kali dan surat kabar Inggris tersebut menghubungi klub Colchester Harriers untuk mewawancarainya, ditemani keluarga dan pacarnya, tentang terobosannya di peta dunia dalam kategori junior.
Di usianya yang baru 15 tahun, ia memiliki tinggi 1,88 meter dan memegang rekor pribadi dalam lari 100 dan 200 meter dengan catatan waktu masing-masing 10,65 dan 21,40 detik, menurut surat kabar tersebut Sabtu (13/9/2025) hari ini.
" Saya mulai berlari saat usia 11 tahun. Berapa lama waktu saya? Jangan bahas itu ," tawa Bronson Hearn-Smith, yang terjun ke dunia atletik berkat bantuan kecerdasan buatan. "Bagaimana caranya agar anak saya bisa berlari lebih cepat?" tanya ayahnya kepada ChatGPT , tetapi keterampilan yang ditunjukkannya sejak dini memaksanya untuk mencari lingkungan yang lebih professional dan begitulah ia menemukan Stephen Garnham, pelatih saat ini.
Sebelum berlatih bersama atlet profesional Dan dan Jessica Putman, Bronson menjawab serangkaian pertanyaan, menunjukkan kedewasaannya yang luar biasa mengenai situasinya saat ini, diluar dampak dari penampilannya yang paling menonjol. Ia menyoroti momen ketika mulai yakin disiplin ini bisa menjadi pilihannya: " Saya menyadari saya jago tahun lalu (2024). Saya berlari 10,9 (dalam 100 meter) dan itu adalah waktu terbaik kedua di Inggris untuk usia saya," ucap Bronson lagi.
Popularitasnya mendorong banyak rekan sejawatnya untuk ingin bertemu dengan permata baru atletik ini, bahkan dari cabang olahraga lain, karena The Guardian melaporkan gelandang Leyton Orient (Divisi Tiga Inggris) Demetri Mitchell menantangnya untuk berlomba. "Saya fokus dan terus berlatih seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Saya ingin tetap membumi ," tegas Bronson.
Sementara itu Divine Iheme, pelari berusia 15 tahun lainnya berhasil melampaui level pesaingnya, dengan mencatat waktu spektakuler 10,3 m tahun lalu, rekor dunia untuk pelari berusia 14 tahun. Ini menyusul kemunculan Gout Gout , yang disebut-sebut sebagai penerus Usain Bolt. "Saya sangat menyukai Divine. Kami berteman baik ," kata Bronson Hearn-Smith, menepis segala rivalitas dengan Iheme. Iheme menang dalam duel individu melawannya dalam perlombaan Asosiasi Atletik Sekolah Inggris di awal tahun 2025.
Keterlibatan Garnham dalam latihan hariannya memungkinkannya untuk sepenuhnya memanfaatkan bakatnya. "Kami sangat menghargai apa yang telah dilakukan Steve. Dia pelatih kelas dunia ," kata David, sang bapak.
Bronson Hearn-Smith selain mengelola akun media sosialnya juga berkolaborasi dengan ayah dan pacarnya untuk menarik lebih banyak pengikut. Mereka mengklaim platform ini bisa menjadi kunci untuk membiayai kariernya hingga ia mencapai puncak karier.
"Bagi orangtua mana pun yang memiliki anak di bidang atletik, sebaiknya kelola media sosial dengan baik dan publikasikan anak Anda,” kata David lagi.
“Pembuat konten yang mengunggah konten tentang atletik pasti akan memperluas jangkauan olahraga ini dan melibatkan lebih banyak orang. Saya ingin lebih banyak orang mengenal olahraga ini agar lebih banyak perhatian diberikan pada cabang olahraga atletik," pungkas Bronson Hearn-Smith.
Editor: Aspian Nur