Dwarfisme adalah orang yang memiliki kelainan yang menyebabkan badan dibawah tinggi rata-rata, dengan kata lain biasa disebut bertubuh pendek atau cebol.
Spain's Ministry of Social Rights, Kementerian Hak Sosial Spanyol meminta kantor kejaksaan negara tersebut untuk menyelidiki Lamine Yamal dalam kaitannya mempekerjakan orang-orang dengan dwarfisme pada acara ultah tersebut.
Lamine Yamal disebut mempekerjakan sekelompok penghibur yang merupakan dwarfisme, sesuatu yang digambarkan oleh Association of People with Achondroplasia and other Skeletal Dysplasias (ADEE), Asosiasi Orang dengan Achondroplasia dan Gangguan Tulang Lainnya, sebagai sesuatu yang tidak dapat diterima di abad ke-21.
Directorate General for People with Disabilities atau Direktorat Jenderal untuk Orang dengan Disabilitas yang merupakan bagian dari Kementerian Hak Sosial, Urusan Konsumen dan Agenda 2030 menyebut ADEE telah mengajukan gugatan hukum.
“Karena itu Direktorat Jenderal ini telah meminta Kejaksaan Agung untuk menyelidiki apakah hukum dan, oleh karena itu, hak-hak orang dengan disabilitas telah dilanggar,” jelas mereka melansir dari laman bbc.com Rabu (16/7/2025) hari ini
ADEE menyatakan mereka secara terbuka mengecam perekrutan orang dengan dwarfisme sebagai bagian dari hiburan dan mengatakan akan mengambil tindakan hukum karena hal ini memperkuat stereotip, memicu diskriminasi, dan merusak citra serta hak orang dengan disabilitas.
"Tindakan ini tidak hanya melanggar undang-undang yang berlaku tetapi juga nilai-nilai etika dasar masyarakat yang berupaya menjadi egaliter dan menghormati,” jelas mereka.
Undang-undang umum tentang hak-hak orang dengan disabilitas dunia secara tegas melarang praktik-praktik antara lain pertunjukan atau kegiatan rekreasi dimana orang dengan disabilitas atau kondisi lain digunakan untuk memicu ejekan, olok-olok atau hinaan dari publik dengan cara yang bertentangan dengan penghormatan terhadap martabat manusia dilarang.
Namun stasiun radio Spanyol RAC1, yang siaran eksternal, menayangkan wawancara dengan seseorang yang mengaku sebagai salah satu penghibur yang hadir di pesta tersebut dan membela Lamine Yamal. “Tidak ada yang menghina kami, kami bekerja dengan damai,” kata seniman tersebut, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya.
"Saya tidak mengerti mengapa ada begitu banyak keributan. Kami orang biasa yang melakukan apa yang kami inginkan, secara sepenuhnya legal. Kami bekerja sebagai penghibur. Mengapa kami tidak boleh melakukannya? Karena kondisi fisik kami? Kami tahu batas kami dan kami tidak akan melampauinya: kami bukan monyet sirkus,” tegasnya.
Seniman tersebut mengatakan acara berlangsung satu jam, dan setelah itu para penghibur ikut bergabung dalam pesta. “Kami menari, membagikan minuman, melakukan sulap, ada banyak jenis pertunjukan. Semua orang bersenang-senang,” paparnya
Juru bicara Barcelona mengatakan klub tidak dalam posisi untuk berkomentar tentang tindakan yang sepenuhnya berada dalam ranah pribadi tetapi menyebut Yamal akan dievaluasi ulang setelah informasi konkret diperoleh. Pemain timnas Spanyol itu terancam denda miliaran rupiah kalau terbukti melakukan pelanggaran atas apa yang dilakukannya pada hari ulang tahun tersebut.
Editor: Aspian Nur