Aaron Boupendza tampil untuk negaranya di Africa Cup of Nations (Afcon) 2021 di Kamerun dan menorehkan 35 caps untuk Panthers, julukan negara Gabon.
Ia bergabung dengan klub China, Zhejiang FC yang berbasis di kota Hangzhou dari klub Rumania Rapid Bucharest, pada bulan Januari 2025. lalu
Boupendza memulai kariernya di tanah kelahirannya bersama CF Mounana dan kemudian bermain untuk klub-klub di Prancis, Portugal, Turki, Qatar, Arab Saudi dan Amerika Serikat.
Federasi sepak bola Gabon (Fegafoot) mengumumkan berita kematiannya di media sosial. “Boupendza dikenang sebagai penyerang hebat yang membuat jejaknya selama [Afcon] di Kamerun,” demikian pernyataan tersebut.
“Fegafoot dan keluarga sepak bola Gabon mengucapkan belasungkawa yang tulus kepada keluarganya,”tulis mereka lagi.
Presiden terpilih Gabon Jenderal Brice Clotaire Oligui Nguema termasuk diantara mereka yang memberikan penghormatan kepada Boupendza, menggambarkannya sebagai penyerang tengah berbakat yang membawa kehormatan bagi sepak bola Gabon.
Sebelum meninggal dunia, Boupendza mencetak total 96 gol dalam 218 penampilan dalam kariernya.
Ia juga merupakan sosok yang kontroversial di luar lapangan, dengan laporan yang muncul tahun lalu mengenai kemungkinan hukuman penjara di negara asalnya setelah sebuah rekaman seks yang diduga melibatkan dirinya beredar di dunia maya.
Di bawah hukum Gabon yang melarang peredaran konten pornografi, ia terancam denda maksimum 10 juta Franc Afrika Tengah ($17.000) dan hukuman penjara hingga lima tahun jika terbukti bersalah.
Belakangan diketahui bahwa Boupendza mengklaim ia adalah korban komplotan pemerasan setelah ponselnya dicuri di Gabon pada November 2023.
Editor: Aspian Nur