Usai pertandingan, pria berpaspor Irlandia itu pergi ke toilet VIP dan disana bertemu seorang wanita berusia 49 tahun yang langsung dibawanya ke toilet pria dengan melancarkan aksi kekerasan. Wanita yang bekerja di Wall Street itu menuduh tim keamanan McGregor yang merupakan staf Kesaya Center menghentikan temannya memasuki toilet untuk menolongnya.
Gugatan terhadap McGregor disampaikan Rabu (15/1/2025) kemarin.
Saat itu digambarkan si wanita kalau McGregor dalam kondisi mabuk dan tidak terkendali. Dia kemudian mengklaim McGregor melemparkannya ke dinding dan lengannya dikunci seperti McGregor bertarung di atas octagon saat dia diduga mencoba memperkosanya. Meski pemerkosaan tak terjadi namun si wanita menderita kerusakan fisik, psikologis dan emosional.
Sebuah laporan dibuat ke Kepolisian Kota Miami, namun tuntutan pidana dibatalkan, menurut Kantor Pengacara Negara Bagian Florida.
Pengacaranya, Jim Dunn, merilis sebuah pernyataan setelah gugatan diajukan. “Klien saya telah berpikir panjang dan keras tentang keputusan untuk mengajukan kasus perdata ini, dan takut akan dampaknya terhadap pekerjaannya di Wall Street,” katanya melansir dari thesun.co.uk Kamis (15/1/2025) pagi ini.
“Meskipun demikian, tujuan utamanya dalam mengajukan gugatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran dan mendorong orang lain untuk melaporkan kekerasan seksual,” imbuhnya.
Barbara Llanes, pengacara McGregor, juga merilis sebuah pernyataan kepada ESPN setelah gugatan perdata tersebut diajukan. “Setelah penyelidikan menyeluruh pada saat itu, Jaksa Penuntut Umum menyimpulkan tidak ada kasus yang bisa dilanjutkan. Hampir dua tahun dan setidaknya tiga pengacara kemudian, penggugat memiliki cerita palsu yang baru. Kami yakin bahwa kasus ini juga akan ditutup,” tegasnya.
Korban McGregor sendiri dituduh menuntut ganti rugi termasuk kompensasi dan biaya pengobatan, mengajukan gugatan terhadap Heat Game dan menuduh stafnya melakukan kelalaian.
Editor: Aspian Nur